DOGIYAI | LINTASTIMOR.ID – Pagi di Moanemani berjalan seperti biasa. Aktivitas warga bergerak di antara terminal, pasar, dan ruas-ruas jalan yang menjadi denyut kehidupan masyarakat. Namun, di balik suasana yang tampak tenang itu, puluhan personel kepolisian menyebar di sejumlah titik strategis.
Senin (3/8/2026), Kepolisian Resor Dogiyai menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah antisipasi menyusul adanya seruan aksi nasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah Moanemani, Kabupaten Dogiyai.
Patroli berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIT dan dipimpin langsung Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Arya Putra. Sebanyak 25 personel Polres Dogiyai dikerahkan, diperkuat personel bantuan kendali operasi (BKO) Brimob dari Polda Papua dan Polda Papua Barat.
Kekuatan personel kemudian dibagi ke tiga titik yang dianggap strategis, yakni Terminal Moanemani, pertigaan Puskesmas, dan pertigaan Pasar.
Pengerahan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul beredarnya seruan aksi nasional KNPB.
Sebelum bergerak, Kabag Ops Polres Dogiyai AKP Harsyad S. Rety mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional dan sesuai prosedur. Pendekatan humanis, kata dia, harus tetap menjadi bagian penting dalam setiap tindakan di lapangan.
Kapolres bersama jajaran selanjutnya melakukan patroli sambang ke sejumlah pusat aktivitas warga. Polisi tidak hanya memantau perkembangan situasi, tetapi juga menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga yang ditemui.
Hingga patroli berakhir, kepolisian menyatakan tidak menemukan adanya aksi unjuk rasa maupun aktivitas massa yang berkaitan dengan seruan aksi nasional KNPB di wilayah hukum Polres Dogiyai.
“Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah tindak pidana dan meminimalisir potensi gangguan kamtibmas. Alhamdulillah, situasi Kabupaten Dogiyai saat ini aman, tertib, dan kondusif.”
— AKBP Dennis Arya Putra, Kapolres Dogiyai
Namun, di balik klaim situasi yang kondusif tersebut, kepolisian belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai dasar informasi intelijen yang menjadi landasan peningkatan pengamanan maupun tingkat potensi ancaman yang diperkirakan. Hingga patroli berakhir, juga belum terdapat keterangan mengenai pihak penyelenggara aksi yang memberikan konfirmasi ataupun pernyataan terkait seruan tersebut.
Dalam konteks keamanan di wilayah Papua, langkah pencegahan dan deteksi dini memang menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas. Namun, pendekatan keamanan juga perlu berjalan beriringan dengan komunikasi publik yang transparan dan terukur. Penjelasan yang proporsional mengenai alasan peningkatan pengamanan dapat membantu masyarakat memahami situasi secara utuh, sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi atau kekhawatiran yang tidak perlu di tengah warga.
Polres Dogiyai memastikan patroli dan deteksi dini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Setelah patroli berakhir, apel konsolidasi digelar. Seluruh personel kemudian dilaporkan kembali ke Markas Polres Dogiyai dalam keadaan lengkap.
Tidak ada aksi massa. Tidak ada insiden.
Moanemani kembali pada ritmenya.
Di antara terminal, pasar, dan jalan-jalan yang kembali dipenuhi aktivitas warga, ketenangan hari itu menjadi pesan tersendiri: bahwa keamanan bukan hanya tentang banyaknya personel yang berjaga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah daerah menjaga ruang hidup masyarakatnya tetap tenang, tertib, dan bebas dari rasa takut.
(Red.)


















