Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Negara Turun di Nabire: Wapres Gibran Disambut, Papua Tengah Penanti Percepatan Nyata

7
×

Negara Turun di Nabire: Wapres Gibran Disambut, Papua Tengah Penanti Percepatan Nyata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE |LINTASTIMOR.ID— Langit di atas Bandara Douw Aturure, Nabire, siang itu seolah menjadi saksi dari satu momen penting: ketika negara benar-benar hadir di tanah Papua. Deru mesin pesawat yang membawa Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, tak sekadar menandai kedatangan seorang pejabat tinggi—melainkan membawa harapan tentang percepatan yang selama ini dinanti, Senin (20/4/2026).

Di landasan itu, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama Forkopimda Papua Tengah berdiri menyambut dengan kesiapsiagaan penuh. Kehadiran mereka bukan hanya seremoni, tetapi simbol bahwa kunjungan ini dijaga, dikawal, dan dimaknai sebagai bagian dari langkah besar pembangunan.

Example 300x600

Pangdam XVII/Cenderawasih menegaskan komitmen pengamanan sekaligus dukungan penuh terhadap kelancaran kunjungan kerja Wapres di Papua Tengah.

╔═══════════════════════════════╗
🌸 “Kodam XVII/Cenderawasih mendukung penuh kelancaran kunjungan kerja Wapres di Papua Tengah dengan menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung.” 🌸
╚═══════════════════════════════╝

Setibanya di Nabire, Wapres Gibran langsung menerima paparan dari pihak pengelola bandara, Samuel Ricky Rantelimbong, yang didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa. Di sana, dibahas rencana pengembangan Bandara Douw Aturure—sebuah simpul vital yang menjadi pintu masuk sekaligus denyut mobilitas masyarakat Papua Tengah.

Langkah berlanjut ke Pelabuhan Nabire. Di tepi laut yang tenang, Wapres kembali mendengarkan pemaparan dari Ewanggen Kokoya terkait pengembangan dermaga pelabuhan. Peninjauan bahkan dilanjutkan hingga ke Kantor UPP Kelas II Nabire—menggambarkan keseriusan pemerintah dalam melihat langsung kesiapan transportasi laut sebagai penghubung antarwilayah.

Tak berhenti di sektor transportasi, rombongan bergerak menuju pusat pemerintahan Papua Tengah di Distrik Wanggar. Di sana, Wapres meninjau rumah susun ASN—sebuah infrastruktur yang diharapkan menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan aparatur sekaligus penguatan pelayanan publik. Paparan disampaikan oleh Meda Kilian selaku Kepala Balai Perumahan Provinsi Papua Tengah.

Kunjungan ini menjadi rangkaian utuh yang menggambarkan satu garis besar: pembangunan Papua Tengah tidak lagi parsial, tetapi menyentuh berbagai sektor strategis secara simultan—dari udara, laut, hingga hunian aparatur.

Secara kontekstual, kehadiran langsung Wakil Presiden di titik-titik infrastruktur utama seperti bandara, pelabuhan, dan kawasan pemerintahan menandai pendekatan pembangunan yang lebih terintegrasi. Pemerintah pusat tampak berupaya memastikan bahwa Papua Tengah tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pusat pertumbuhan baru yang ditopang konektivitas dan pelayanan publik yang memadai.

Usai rangkaian kegiatan di Nabire, Wapres dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Timika, sebagai bagian dari agenda besar di Papua Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan Forkopimda Papua Tengah.

Di Nabire, hari itu bukan sekadar kunjungan yang tercatat dalam agenda kenegaraan. Ia adalah tanda bahwa langkah pembangunan sedang dipercepat—dan bahwa di tanah yang selama ini terasa jauh, negara sedang berusaha untuk semakin dekat.

Example 300250