Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Mubes XXV GTDI Medan Dijaga Aman dan Kondusif

15
×

Mubes XXV GTDI Medan Dijaga Aman dan Kondusif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MEDAN |LINTASTIMOR.ID) — Menjelang Musyawarah Besar (Mubes) XXV Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI), Medan bersiap menjadi ruang perjumpaan, tempat gagasan, perbedaan, dan harapan bertemu dalam satu agenda organisasi.

Mubes XXV GTDI dijadwalkan berlangsung pada 25–27 Agustus 2026 di Medan. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Nasional GTDI Pdt. Jonris Siahaan, S.Th., memastikan seluruh persiapan telah dilakukan secara matang agar agenda tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Example 300x600

Pernyataan itu disampaikan Jonris kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, persiapan mencakup lokasi penyelenggaraan, transportasi, hingga akomodasi peserta. Aspek keamanan juga menjadi perhatian penyelenggara dengan dilakukannya koordinasi bersama Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara.

“Semua persiapan sudah kita lakukan dengan baik dan matang, mulai dari lokasi penyelenggaraan, transportasi peserta, dan akomodasi peserta. Untuk keamanan, kita sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Medan dan Poldasu. Kita jamin Mubes XXV GTDI akan berlangsung aman, lancar, dan kondusif,” jelas Jonris.

Medan dipilih sebagai lokasi Mubes XXV bukan semata karena kesiapan teknis. Jonris menyebut kota tersebut dipandang memiliki semangat toleransi yang kuat.

Menurutnya, karakter masyarakat Medan yang beragam menjadi ruang yang tepat bagi GTDI untuk meneguhkan pesan tentang hidup berdampingan dan menghargai perbedaan.

“Medan sengaja dipilih sebagai lokasi Mubes XXV 2026 karena Kota Medan menjadi salah satu kota yang paling toleran di Indonesia. Karena itu, kami juga sudah menyampaikan pesan kepada para peserta agar senantiasa menjaga dan memelihara kondusivitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, semangat toleransi tidak hanya menjadi latar pemilihan lokasi Mubes, tetapi juga bagian dari sikap organisasi dalam menjalankan kehidupan sosial dan keagamaan.

GTDI, kata Jonris, akan terus berkontribusi dalam menciptakan toleransi dan menghargai perbedaan.

Pesan tersebut sekaligus diarahkan kepada seluruh peserta Mubes agar menjadikan forum organisasi sebagai ruang musyawarah yang dewasa, tertib, dan berorientasi pada tujuan bersama.

“Boleh bersehati dan sepakat sesuai dengan aturan kita. Supaya tujuan GTDI kembali menjadi gereja yang jaya dan bisa bekerja sama dengan semua kelompok agama, termasuk dalam mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas terwujud,” tukasnya.

Musyawarah sebagai Ruang Persatuan

Mubes XXV menjadi momentum penting bagi GTDI untuk mempertemukan para peserta dalam proses musyawarah organisasi. Karena itu, keamanan dan kondusivitas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun panitia, tetapi juga seluruh peserta yang hadir.

Secara kontekstual, forum organisasi keagamaan memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar memilih kepemimpinan atau menetapkan keputusan internal. Ia juga menjadi ruang untuk menunjukkan bagaimana perbedaan pandangan dapat dikelola melalui dialog, aturan, dan semangat persaudaraan. Ketika musyawarah berlangsung tertib, pesan toleransi tidak berhenti sebagai slogan, tetapi hadir melalui sikap para peserta sendiri.

Penyelenggara berharap seluruh rangkaian Mubes XXV GTDI pada 25–27 Agustus 2026 dapat berlangsung sesuai agenda yang telah dipersiapkan.

Di Medan, perbedaan tidak seharusnya menjadi jarak. Ia dapat menjadi warna yang memperindah sebuah perjumpaan.

Sebab musyawarah yang paling bermakna bukanlah ketika semua suara terdengar sama, melainkan ketika perbedaan mampu duduk bersama, saling menghormati, dan pulang membawa harapan yang sama.

Example 300250
Penulis: Tim RedaksiEditor: Agustinus Bobe