Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupInternasionalNasional

Julie Laiskodat Siapkan Dua Agenda  Target Kempo NTT Menuju Dunia

11
×

Julie Laiskodat Siapkan Dua Agenda  Target Kempo NTT Menuju Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUPANG | LINTASTIMOR.ID – Sebuah babak baru pembinaan Shorinji Kempo di Nusa Tenggara Timur (NTT) segera dimulai. Di GOR Oepoi, Kupang, Minggu, 1 November 2026, sebuah momentum organisasi akan menjadi penanda perjalanan panjang olahraga bela diri yang telah tumbuh dan berakar selama 48 tahun di Bumi Flobamora.

Julie Sutrisno Laiskodat akan dilantik sebagai Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) NTT oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERKEMI. Pelantikan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PERKEMI NTT ke-48.

Example 300x600

Pada kesempatan yang sama, Pasukan 100 PERKEMI NTT juga akan menjalani pelantikan. Dua agenda tersebut bukan hanya menandai keberlanjutan kepengurusan dan penguatan organisasi, melainkan juga menghadirkan harapan baru bagi masa depan pembinaan kenshi di NTT.

Namun, di balik seremoni yang akan berlangsung di GOR Oepoi, tersimpan pekerjaan yang jauh lebih besar: menyiapkan atlet-atlet NTT agar mampu berdiri sejajar dengan kekuatan Shorinji Kempo dari berbagai daerah, bahkan negara lain.

Julie telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membawa pembinaan kempo NTT memasuki fase yang lebih terarah. Perhatiannya tertuju pada dua panggung besar yang menanti, yakni World Taikai di Nagoya, Jepang, pada 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Salah satu rencana yang disiapkannya adalah mendatangkan pelatih asal Jepang untuk bekerja bersama tim pelatih Indonesia dan NTT.

Langkah ini diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman, memperkaya metode latihan, sekaligus memperkuat pemahaman teknik Shorinji Kempo yang berorientasi pada peningkatan kualitas atlet.

Bagi Julie, perjalanan menuju panggung dunia tidak bisa dibangun hanya dengan semangat dan optimisme. Dibutuhkan sistem pembinaan yang bekerja secara konsisten, terukur, dan berkesinambungan.

Ia menegaskan, persiapan menghadapi World Taikai maupun PON XXII 2028 harus melalui perencanaan matang, pelaksanaan yang disiplin, serta pengawalan serius terhadap setiap tahapan pembinaan.

Sebab, persaingan pada PON mendatang diperkirakan berlangsung ketat. Setiap provinsi tentu akan mempersiapkan atlet terbaiknya. Karena itu, NTT tidak boleh hanya mengandalkan reputasi dan pengalaman masa lalu.

Ada kebutuhan untuk membangun kekuatan baru melalui latihan yang lebih terstruktur, peningkatan kapasitas pelatih, serta pembinaan atlet yang berorientasi pada prestasi.

Di titik inilah rencana mendatangkan pelatih dari Jepang memperoleh makna strategis. Bukan semata menghadirkan tenaga kepelatihan dari negara asal Shorinji Kempo, melainkan membuka kesempatan bagi atlet dan pelatih lokal untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kualitas pembinaan.

Julie juga melihat bahwa kekuatan NTT sesungguhnya tidak berhenti pada potensi olahraga. Lebih dari itu, provinsi kepulauan ini memiliki sumber daya manusia yang besar, terutama generasi muda yang membutuhkan ruang untuk berkembang, berdisiplin, dan berprestasi.

Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara baik melalui pembinaan yang memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk bertumbuh, baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi.

Di dalam Shorinji Kempo, latihan bukan hanya tentang ketangkasan tubuh, ketepatan gerakan, atau kemampuan mengalahkan lawan. Ada nilai kedisiplinan, persaudaraan, penghormatan, dan pembentukan karakter yang menjadi bagian penting dari perjalanan seorang kenshi.

Karena itu, pembangunan prestasi dan pembangunan karakter harus berjalan beriringan.

Harapan Julie pun tidak berhenti pada ruang latihan ataupun arena pertandingan. Ia menginginkan keterlibatan masyarakat NTT untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan para kenshi yang akan membawa nama daerah menuju kejuaraan dunia dan PON XXII 2028.

“NTT memiliki potensi besar yang harus dikelola dengan baik, terutama dalam membangun sumber daya manusia melalui pembinaan generasi muda. Saya berharap dukungan seluruh masyarakat NTT agar para kenshi mampu meraih prestasi di Kejuaraan Dunia maupun PON XXII 2028.”

— Julie Sutrisno Laiskodat

Harapan tersebut menjadi pesan penting menjelang pelantikan kepengurusan baru. Sebab, prestasi olahraga tidak pernah lahir dari kerja satu orang atau satu kepengurusan semata. Ia membutuhkan ekosistem yang saling menguatkan: atlet yang tekun berlatih, pelatih yang terus belajar, organisasi yang bekerja, pemerintah yang mendukung, serta masyarakat yang memberikan kepercayaan.

Empat puluh delapan tahun perjalanan PERKEMI NTT menjadi bagian dari sejarah panjang pembinaan olahraga bela diri di daerah ini. Kini, perjalanan tersebut memasuki momentum baru dengan tantangan yang semakin luas.

Dari GOR Oepoi, Kupang, perhatian mulai diarahkan ke Nagoya, Jepang. Sementara di hadapan para kenshi, PON XXII 2028 menjadi sasaran perjuangan berikutnya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kepemimpinan olahraga bukan hanya terletak pada kemeriahan pelantikan atau panjangnya daftar program kerja. Ukurannya akan terlihat dari sejauh mana atlet dibina, prestasi diperjuangkan, dan generasi muda diberi kesempatan untuk mengharumkan nama daerah.

Sebab, dari sebuah dojo yang sederhana, mimpi besar bisa tumbuh. Dan dari Nusa Tenggara Timur, mimpi itu kini diarahkan menuju panggung dunia.

Example 300250