Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupKesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Hari Ketujuh Gempa, Dua Korban Kritis Dievakuasi

12
×

Hari Ketujuh Gempa, Dua Korban Kritis Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MANGGARAI TIMUR  |LINTASTIMOR.ID— Hari ketujuh pascagempa tidak datang dengan jeda. Di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, suara baling-baling helikopter kembali menjadi penanda bahwa pertolongan sedang bergerak. Dari wilayah yang masih menyimpan luka gempa magnitudo 7,7 itu, dua warga dalam kondisi kritis diterbangkan untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus mengintensifkan operasi tanggap darurat di wilayah terdampak gempa bumi tektonik yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu misi utama pada hari ketujuh adalah evakuasi medis udara terhadap dua korban dengan cedera berat yang membutuhkan penanganan segera.

Example 300x600

Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung pelaksanaan evakuasi menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ menuju Kabupaten Manggarai Timur.

Helikopter tersebut mendarat di Kampung Ronting untuk mengevakuasi dua warga dalam kondisi kritis akibat cedera berat pascagempa. Pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan di lokasi menunjukkan seorang laki-laki berusia 81 tahun mengalami dugaan cedera tulang belakang. Sementara seorang perempuan berusia 71 tahun mengalami dugaan patah tulang dasar tengkorak.

“Pada kondisi kritis, pertolongan tidak boleh terhalang oleh jarak. Evakuasi melalui udara menjadi jalan untuk mempercepat korban mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.”
Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas

Kedua korban kemudian diterbangkan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo. Dari sana, keduanya dirujuk ke RSUD Pratama Komodo untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Misi kemanusiaan itu tidak berhenti pada evakuasi korban. Helikopter Basarnas juga membawa dan mendistribusikan Bantuan Kepresidenan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur.

Ketika jarak menjadi persoalan keselamatan

Evakuasi medis udara pada hari ketujuh memperlihatkan bahwa tantangan pascabencana bukan hanya menemukan dan menyelamatkan korban, tetapi memastikan mereka yang berada dalam kondisi kritis dapat segera mencapai fasilitas kesehatan yang mampu memberikan penanganan lanjutan. Dalam kondisi geografis yang tidak selalu mudah dijangkau melalui jalur darat, dukungan udara menjadi bagian penting dari rantai pertolongan, sementara distribusi bantuan secara bersamaan menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terlayani.

Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR memastikan operasi pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan terus dilakukan melalui jalur darat maupun udara. Seluruh upaya diarahkan agar masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal.

Di hari ketujuh, ketika sebagian luka belum sempat mengering dan banyak warga masih menata kembali hidupnya, sebuah helikopter terbang membawa dua korban menuju harapan. Di atas langit Flores, pertolongan itu seperti pesan sederhana: bencana boleh merobohkan banyak hal, tetapi kemanusiaan tidak boleh kehilangan arah untuk pulang kepada mereka yang membutuhkan.

Example 300250