Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Dua Penghargaan, Mimika Meneguhkan Koperasi Ekonomi Rakyat

63
×

Dua Penghargaan, Mimika Meneguhkan Koperasi Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA  |LINTASTIMOR.ID— Dari sebuah panggung penghargaan di Jakarta, nama Mimika malam itu terdengar lebih panjang dari sekadar sebuah daerah di Papua Tengah. Ia hadir bersama dua penghargaan yang menandai satu pesan: koperasi di Mimika mulai ditempatkan bukan sekadar sebagai organisasi ekonomi, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun kemandirian masyarakat.

Dalam ajang Koperasi Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koperasi, Kamis (20/8/2026), Pemerintah Kabupaten Mimika mencatat capaian ganda. Bupati Mimika Johannes Rettob, S.Sos., M.Si. menerima Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi, S.H., M.H., menerima Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha.

Example 300x600

Dua penghargaan itu diterima Samuel yang hadir mewakili Bupati Mimika.

Bagi Mimika, penghargaan tersebut tidak berhenti pada piagam yang dibawa pulang dari ibu kota. Ada pengakuan pemerintah pusat terhadap arah kebijakan sekaligus kerja perangkat daerah dalam mendorong koperasi berkembang sebagai salah satu instrumen ekonomi kerakyatan.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Mimika sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan dan pengembangan koperasi di daerah,” kata Samuel usai menerima penghargaan di Jakarta.

Nama Johannes Rettob tercatat dalam daftar penerima Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, bersama sejumlah kepala daerah dan gubernur dari berbagai wilayah Indonesia. Sementara Samuel Yogi masuk dalam daftar penerima Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha, penghargaan bagi kepala perangkat daerah yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan koperasi.

Di titik inilah capaian Mimika menjadi menarik.

Penghargaan tersebut datang dalam dua lapisan sekaligus. Yang pertama menyentuh kepemimpinan daerah. Yang kedua merekam kerja birokrasi yang menerjemahkan kebijakan itu ke dalam pembinaan koperasi.

Dalam satu panggung yang sama, kepala daerah dan kepala perangkat daerahnya mendapatkan penghargaan. Bukan sekadar dua nama yang tercantum dalam daftar penerima, melainkan sebuah gambaran tentang hubungan antara kebijakan dan pelaksanaan.

Jika kepala daerah menentukan arah, perangkat daerah menjadi tangan yang bekerja di lapangan.

Dan koperasi, pada akhirnya, hanya akan berarti apabila tangan itu benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Bukan Sekadar Piagam

Kementerian Koperasi memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori kepada tokoh koperasi, kepala daerah, gubernur, menteri, pimpinan lembaga negara hingga pimpinan badan usaha milik negara.

Dalam daftar tersebut, Mimika memiliki posisi tersendiri. Johannes Rettob menerima Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, sementara Samuel Yogi menerima Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha.

Capaian itu memperlihatkan bahwa pembangunan koperasi di Mimika tidak hanya berhenti pada kebijakan administratif. Ada tuntutan agar kebijakan tersebut menjelma menjadi kerja nyata: pembinaan, pendampingan, peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan koperasi.

Namun penghargaan juga membawa konsekuensi.

Sebab, sebuah penghargaan akan kehilangan maknanya ketika berhenti sebagai seremoni. Ukuran keberhasilannya justru berada jauh dari panggung, ketika koperasi mampu bertahan, mengelola usaha secara profesional, memperluas pasar, memberi manfaat kepada anggota dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Samuel mengatakan Dinas Koperasi Mimika akan terus memperkuat pembinaan dan pendampingan agar koperasi berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya penghargaan untuk pemerintah daerah, tetapi juga penghargaan bagi seluruh gerakan koperasi di Kabupaten Mimika. Kami berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia menyadari pekerjaan rumah masih panjang. Penghargaan yang diterima harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas koperasi di lapangan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengurus koperasi dan anggota menjadi penting agar gerakan koperasi tidak terjebak pada pencapaian administratif.

Koperasi dan Masa Depan Ekonomi Mimika

Secara kontekstual, tantangan Mimika bukan semata memperbanyak jumlah koperasi, melainkan memastikan koperasi memiliki fondasi kelembagaan dan usaha yang sehat. Di tengah potensi ekonomi Mimika yang besar, koperasi dituntut bergerak lebih jauh: membuka akses permodalan, memperluas pasar, meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dan mengambil bagian dalam rantai ekonomi daerah. Dengan demikian, koperasi dapat menjadi jembatan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi di tanahnya sendiri, tetapi ikut menjadi pelaku dan penerima manfaatnya.

Mimika memiliki ruang yang besar untuk mendorong koperasi masuk ke sektor-sektor produktif.

Koperasi dapat menjadi tempat masyarakat berhimpun, menguatkan modal, memperbesar skala usaha dan membangun daya tawar. Ia bukan sekadar badan usaha yang hidup di atas dokumen, tetapi dapat menjadi rumah ekonomi bagi mereka yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Di Papua Tengah, gagasan itu menjadi semakin penting.

Sebab pembangunan ekonomi tidak hanya membutuhkan angka pertumbuhan, tetapi juga membutuhkan keberpihakan kepada masyarakat agar memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama.

Samuel berharap dukungan terhadap koperasi di Mimika terus diperkuat sehingga gerakan koperasi mampu menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua Tengah.

“Harapan kami, koperasi di Mimika semakin maju, profesional, mandiri dan mampu menjadi salah satu kekuatan dan instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di Papua Tengah,” pungkasnya.

Pada akhirnya, penghargaan di Jakarta hanyalah sebuah penanda.

Ujian sesungguhnya menunggu di Mimika—di tempat koperasi berhadapan dengan kebutuhan anggotanya, pasar yang keras, modal yang terbatas dan tuntutan zaman. Di sanalah sebuah penghargaan akan menemukan maknanya: ketika piagam berubah menjadi kerja, koperasi berubah menjadi kekuatan, dan ekonomi rakyat menemukan alasan untuk berdiri dengan kaki sendiri.

Example 300250