Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaTeknologi

Hari Kesembilan, Basarnas Tembus Wilayah Terisolasi

11
×

Hari Kesembilan, Basarnas Tembus Wilayah Terisolasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BORONG |LINTASTIMOR.ID— Hari kesembilan setelah gempa bumi magnitudo 7,7, Minggu (23/8/2026), operasi kemanusiaan belum berhenti. Ketika sejumlah jalur darat masih sulit ditembus, Basarnas bersama Potensi SAR memilih jalur udara untuk memastikan bantuan tetap sampai kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Dari udara, Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 milik Basarnas bergerak membawa logistik menuju wilayah yang aksesnya belum sepenuhnya pulih. Misi itu menjadi bagian dari upaya mempercepat distribusi bantuan sekaligus memperkuat operasi SAR pascagempa.

Example 300x600

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan pada Minggu (23/8) sekitar pukul 08.00 WITA, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI Angkatan Udara menuju helipad di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan tersebut diterima personel Basarnas bersama Potensi SAR untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

“Hari ini pukul 08.00 WITA, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur,” kata Yudhi Bramantyo.

Ketika Jalur Darat Belum Menjadi Pilihan

Sebelumnya, Basarnas juga telah mendistribusikan bantuan logistik dari Kepresidenan serta bantuan dari Asosiasi Kapal Phinisi Labuan Bajo Graha Wisri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Distribusi melalui udara menjadi salah satu pilihan penting dalam situasi ketika akses darat belum sepenuhnya memungkinkan. Helikopter tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menjadi penghubung antara pusat koordinasi dan masyarakat yang berada jauh dari jalur distribusi utama.

Dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Helikopter Dauphin Basarnas juga mengangkut personel untuk memperkuat sekaligus melakukan pergantian tim yang bertugas dalam Operasi SAR di Manggarai Timur dan wilayah sekitarnya.

Logistik, Personel, dan Harapan yang Diterbangkan

Dalam konteks penanganan bencana, distribusi bantuan melalui udara bukan sekadar persoalan memindahkan logistik dari satu titik ke titik lain. Jalur tersebut menjadi bagian dari strategi kemanusiaan ketika kondisi geografis dan akses pascabencana membuat distribusi konvensional berjalan lebih lambat. Karena itu, keberadaan armada udara sekaligus memperkuat kemampuan tim untuk menjangkau masyarakat di kawasan yang aksesnya masih terbatas.

Basarnas bersama seluruh unsur Potensi SAR terus memastikan dukungan operasional dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak, terutama mereka yang berada di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses akibat gempa.

Hari kesembilan pun belum menjadi penanda berakhirnya perjuangan. Di antara pegunungan, jalur yang terputus, dan permukiman yang masih menunggu bantuan, helikopter kembali menjadi jembatan di udara—membawa logistik, personel, dan satu pesan sederhana bahwa di tengah bencana, tidak boleh ada warga yang merasa ditinggalkan.

Example 300250