Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwa

Hari Kedua, SAR Tembus Longsor Cari Korban Gempa Nagekeo

4
×

Hari Kedua, SAR Tembus Longsor Cari Korban Gempa Nagekeo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Akses longsor terbuka, pencarian korban diperluas

MBAY |LINTASTIMOR.ID — Pagi belum sepenuhnya terang ketika langkah-langkah penyelamat kembali menyusuri jalan yang sehari sebelumnya terputus oleh longsoran. Di tengah jejak kepanikan dan duka yang belum reda, hari kedua operasi pencarian pascagempa magnitudo 7,7 di Nagekeo dimulai dengan satu tekad: tidak boleh ada wilayah terdampak yang luput dari jangkauan.

Example 300x600

Sejak pukul 06.00 WITA, Tim SAR Gabungan bersama alat utama SAR bergerak menuju sejumlah titik prioritas. Pencarian difokuskan di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.

Di Reo, kabar tentang terbukanya kembali akses darat menjadi secercah harapan. Jalur yang sebelumnya tertutup longsor mulai dapat dilalui, membuka jalan bagi petugas untuk menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit ditembus.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan pembukaan akses tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas operasi pencarian dan pertolongan.

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” ujar Fathur Rahman.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi di lapangan ia berarti lebih dari sekadar jalan yang kembali terbuka. Setiap meter jalur yang bisa dilewati adalah kesempatan baru bagi petugas untuk menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, mendata korban, dan memastikan keluarga tidak terus menunggu dalam ketidakpastian.

Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan penyisiran, pendataan, serta penguatan koordinasi dengan BPBD dan berbagai unsur potensi SAR. Operasi dilakukan untuk memastikan wilayah terdampak yang masih dapat dijangkau benar-benar diperiksa.

Hingga pukul 08.30 WITA, hasil pendataan dan verifikasi sementara mencatat 112 orang terdampak, dengan rincian 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Angka itu masih bergerak. Pendataan dan verifikasi terus dilakukan karena kondisi di lapangan belum sepenuhnya terpetakan. Setiap informasi baru harus diperiksa, setiap korban harus dicatat, dan setiap wilayah harus dipastikan kondisinya.

Secara kontekstual, tantangan operasi hari kedua bukan hanya mencari korban, tetapi juga menembus medan yang berubah akibat gempa dan longsor. Karena itu, terbukanya akses menuju Reo menjadi titik penting dalam memperluas radius pencarian sekaligus mempercepat penanganan warga terdampak. Di tengah situasi yang dinamis, ketepatan data menjadi sama pentingnya dengan kecepatan evakuasi.

Tim SAR Gabungan mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta mengandalkan informasi dari sumber resmi dan berwenang.

Hari kedua akhirnya bukan hanya tentang angka korban atau panjangnya jalan yang berhasil ditembus. Ia adalah tentang manusia yang masih dicari, keluarga yang masih menunggu, dan para penyelamat yang terus berjalan ketika sebagian orang memilih berlindung.

Di tanah yang masih bergetar, harapan tidak boleh ikut runtuh. Selama satu nama masih dicari, langkah penyelamat harus terus bergerak.

Example 300250