Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Gubernur NTT Laporkan Kondisi Delapan Kabupaten, Tiga Wilayah Butuh Bantuan Segera

16
×

Gubernur NTT Laporkan Kondisi Delapan Kabupaten, Tiga Wilayah Butuh Bantuan Segera

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LABUAN BAJO |LINTASTIMOR.ID  — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melaporkan kondisi terkini wilayah terdampak gempa bumi Flores kepada pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Rakor tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta jajaran kementerian/lembaga, TNI-Polri, BUMN dan pemerintah daerah terdampak.

Example 300x600

Dalam rapat tersebut, Gubernur Melki menyampaikan laporan kondisi delapan kabupaten di daratan Flores, termasuk kebutuhan penanganan yang harus segera mendapatkan dukungan pemerintah pusat.

Menurut Melki, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo menjadi tiga wilayah yang membutuhkan dukungan segera karena terdapat korban jiwa dan kerusakan cukup besar.

“Yang membutuhkan dukungan segera adalah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Di tiga wilayah ini terdapat korban jiwa dan kerusakan yang cukup besar, sehingga membutuhkan dukungan dan penanganan secara cepat.”

kebutuhan dasar menjadi prioritas

Gubernur Melki mengatakan, kebutuhan mendesak di wilayah terdampak saat ini meliputi tenda pengungsian dan posko, beras dan bahan makanan, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, tikar, serta air mineral.

Kebutuhan tersebut menjadi penting karena sebagian masyarakat masih memilih bertahan di luar rumah akibat gempa susulan dan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan.

“Masyarakat masih memilih berada di luar rumah karena gempa susulan dan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan. Karena itu, kebutuhan dasar harus segera dipenuhi, terutama tenda, makanan, obat-obatan, selimut, tikar dan air mineral.”

Melki meminta bantuan segera digeser menuju wilayah terdampak dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi yang tersedia, termasuk helikopter maupun jalur darat, ketika akses memungkinkan.

nagekeo hadapi kendala komunikasi dan listrik

Dalam laporan tersebut, kondisi Kabupaten Nagekeo menjadi perhatian khusus. Selain kerusakan akibat gempa, wilayah tersebut menghadapi kendala komunikasi dan gangguan kelistrikan.

Melki meminta PLN dan Telkomsel mempercepat pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi agar komunikasi antara pemerintah, petugas lapangan dan masyarakat dapat kembali berjalan.

“Nagekeo menjadi perhatian khusus karena komunikasi masih sulit, sementara kelistrikan hampir terputus total. Kami meminta PLN dan Telkomsel mempercepat pemulihan listrik dan jaringan komunikasi.”

Pemulihan dua layanan dasar tersebut dinilai penting untuk memperlancar proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, distribusi bantuan serta koordinasi penanganan di lapangan.

akses reo dan pelabuhan diperiksa

Gubernur Melki juga meminta akses melalui Reo segera dipastikan kondisinya, termasuk kesiapan pelabuhan.

Hal itu berkaitan dengan rencana dukungan logistik dan mobilisasi bantuan, termasuk untuk mendukung masuknya KRI dr. Soeharso serta distribusi bantuan menuju wilayah Manggarai Timur.

“Akses melalui Reo juga perlu segera dipastikan, termasuk kondisi pelabuhannya. Ini penting untuk mendukung masuknya KRI dr. Soeharso dan memperlancar distribusi bantuan menuju Manggarai Timur.”

pendataan kerusakan dipercepat

Selain penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah juga mempercepat pendataan kerusakan bangunan di wilayah terdampak.

Data tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan hunian sementara maupun perbaikan rumah masyarakat yang mengalami kerusakan.

“Pendataan kerusakan bangunan harus dipercepat. Data ini menjadi dasar untuk menentukan penanganan hunian sementara dan perbaikan rumah masyarakat.”

Untuk memperkuat koordinasi penanganan, Posko Pendampingan Nasional dipusatkan di Labuan Bajo, sementara posko taktis dibuka di Maumere.

Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat koordinasi penanganan wilayah Flores bagian barat dan timur.

pemerintah turun langsung ke wilayah terdampak

Usai rakor, jajaran pemerintah pusat dan daerah akan berpencar menuju sejumlah wilayah terdampak untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi korban, kerusakan infrastruktur, akses transportasi, serta kebutuhan masyarakat yang harus segera ditangani.

Bagi Melki, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan dari posko. Pemerintah harus hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah harus bergerak cepat memastikan keselamatan warga, membuka akses, mempercepat distribusi bantuan, serta memulihkan listrik dan komunikasi.”

Gubernur Melki menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, BUMN, serta seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terintegrasi.

Sebelumnya, Melki juga telah melakukan koordinasi dengan para kepala daerah di Flores serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan gempa.

“Kita harus bergerak bersama. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Bantuan harus sampai, akses harus dibuka, dan kebutuhan masyarakat harus segera dipenuhi,” tegas Melki.

Example 300250