Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Gempa Nagekeo, 38 Jiwa Gugur, Tim SAR Terus Bergerak

36
×

Gempa Nagekeo, 38 Jiwa Gugur, Tim SAR Terus Bergerak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NAGEKEO |LINTASTIMOR.ID — Ketika tanah Nagekeo berguncang, pagi yang semestinya berjalan seperti biasa berubah menjadi ruang kepanikan. Rumah-rumah bergeser dari ketenangannya, warga mencari keselamatan, sementara di antara reruntuhan masih ada harapan yang belum boleh padam.

Di tengah situasi itu, Tim SAR Gabungan bergerak. Bukan hanya mengejar waktu, tetapi berusaha menemukan mereka yang masih menunggu pertolongan di balik bangunan yang runtuh.

Example 300x600

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Hingga laporan ini disusun, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 79 orang yang terdampak. Pendataan sementara mencatat 38 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka-luka, dan satu orang masih dilaporkan tertimbun.

Angka-angka tersebut masih bergerak seiring proses pencarian, pertolongan dan pendataan di lapangan.

Di tengah operasi kemanusiaan itu, Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, memastikan seluruh kekuatan yang dimiliki dikerahkan untuk mempercepat pencarian dan pertolongan.

“Kami mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. KN SAR Puntadewa juga kami gerakkan untuk mengoptimalkan operasi. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman.”
Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere

Pernyataan itu menggambarkan satu hal: dalam operasi SAR, waktu bukan sekadar angka pada jam. Ia adalah batas tipis antara seseorang yang masih dapat ditemukan dan sebuah keluarga yang harus menerima kehilangan.

Sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah serta berbagai potensi SAR lainnya.

Personel ditempatkan di sejumlah titik terdampak untuk mempercepat pencarian, pertolongan dan evakuasi warga.

Fathur mengatakan pendataan korban masih terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan BPBD setempat. Pada saat yang sama, Tim SAR Gabungan terus menyisir wilayah yang membutuhkan bantuan.

berpacu dengan reruntuhan

Operasi pencarian tidak hanya berhadapan dengan korban yang membutuhkan pertolongan. Tim juga harus bekerja di tengah kondisi wilayah terdampak yang belum sepenuhnya pulih setelah gempa.

Karena itu, pencarian terhadap satu orang yang masih tertimbun menjadi prioritas. Setiap reruntuhan harus diperiksa dengan kehati-hatian, setiap informasi dari masyarakat harus ditindaklanjuti, dan setiap evakuasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan korban maupun petugas.

analisis kontekstual

Dalam konteks kebencanaan di wilayah kepulauan seperti Flores, kecepatan respons sangat menentukan. Jarak antardaerah, kondisi geografis, akses transportasi dan kebutuhan koordinasi lintas lembaga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam operasi penyelamatan. Pengerahan 281 personel, dukungan KN SAR Puntadewa serta keterlibatan TNI, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah dan potensi SAR lainnya menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama, terutama ketika pencarian korban harus dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin.

Operasi SAR hingga kini masih berlangsung.

Prioritas Tim SAR Gabungan tetap jelas: menemukan korban yang masih tertimbun, memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan, dan mengevakuasi masyarakat terdampak menuju tempat yang aman.

Di tengah reruntuhan, pekerjaan kemanusiaan itu belum selesai.

Sebab bagi mereka yang masih menunggu di balik puing-puing, satu menit bukan sekadar waktu. Satu menit adalah harapan.

Dan selama masih ada harapan, tangan-tangan penyelamat akan terus menggali—karena di balik setiap reruntuhan selalu ada kehidupan yang layak diperjuangkan.

Example 300250