Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwaPolkam

Di Lapangan Bhayangkara, Prabowo Menegaskan Arah: Polisi Harus Kembali Jadi Milik Rakyat

32
×

Di Lapangan Bhayangkara, Prabowo Menegaskan Arah: Polisi Harus Kembali Jadi Milik Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BOGOR |LINTASTIMOR.ID— Di bawah langit Cikeas yang menaungi barisan pasukan dan disiplin upacara, peringatan ke-80 Hari Bhayangkara berlangsung bukan semata sebagai seremoni tahunan. Ada pesan yang diletakkan di pusat perhatian: bahwa kekuatan institusi hanya akan menemukan maknanya ketika hadir dan dirasakan oleh masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Di hadapan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, Presiden menegaskan arah yang ingin terus dijaga dalam perjalanan institusi tersebut.

Example 300x600

Dalam amanatnya, Presiden menempatkan tema “Polri untuk Masyarakat” bukan sebagai slogan peringatan, melainkan sebagai penanda watak dan orientasi pengabdian.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ merupakan jati diri sekaligus kompas moral bagi setiap insan Bhayangkara dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas Presiden.

Pilihan diksi itu menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar seruan institusional. Jati diri berbicara tentang identitas yang tidak berubah oleh situasi, sementara kompas moral menegaskan arah ketika menghadapi tantangan dan keputusan di lapangan. Di titik itu, pelayanan publik, perlindungan, dan pengayoman kembali ditempatkan sebagai inti dari kehadiran kepolisian.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga rasa aman, serta menopang stabilitas nasional sebagai fondasi pembangunan Indonesia.

Secara kontekstual, pesan yang disampaikan Presiden memperlihatkan upaya menempatkan keamanan tidak hanya sebagai urusan penegakan hukum, tetapi juga sebagai prasyarat kepercayaan publik. Ketika institusi keamanan hadir dengan orientasi pelayanan, ruang pembangunan dapat tumbuh dengan lebih kokoh karena masyarakat merasa dilindungi sekaligus dilibatkan.

Delapan puluh tahun perjalanan Bhayangkara adalah jejak panjang tentang perubahan zaman dan tuntutan yang terus bergerak. Namun satu hal tetap menjadi ukuran paling sederhana: seberapa dekat negara hadir melalui tangan-tangan yang melayani.

Dirgahayu ke-80 Bhayangkara.
Polri untuk Masyarakat.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe