Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaPolkam

Di Gerbang Perbatasan, Belu Menyambut Wakil Gubernur: Menjaga Irama Pelayanan dan Persahabatan Internasional

40
×

Di Gerbang Perbatasan, Belu Menyambut Wakil Gubernur: Menjaga Irama Pelayanan dan Persahabatan Internasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Pagi yang bergerak pelan di Bandara A.A. Bere Tallo, Atambua, Rabu (1/7/2026), menjadi ruang perjumpaan antara seremoni pemerintahan dan pesan yang lebih jauh dari sekadar agenda kunjungan kerja. Di tengah protokol penyambutan yang tertata, Pemerintah Kabupaten Belu menerima kedatangan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum, dengan hangat namun tetap khidmat.

Di garis depan penyambutan berdiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM, didampingi Kepala Dinas PKO, Kepala Bandara A.A. Bere Tallo, serta panitia Festival Persahabatan. Sambutan itu tidak hanya menandai kedatangan seorang pejabat provinsi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ruang perbatasan terus merawat etika pelayanan sekaligus membuka diri pada jejaring yang lebih luas.

Example 300x600

Setelah tiba di Kabupaten Belu, Wakil Gubernur dijadwalkan melakukan inspeksi di Kantor UPTD Samsat Atambua sebelum menghadiri Friendship Dinner dalam rangka Festival Persahabatan International 2026 yang digelar oleh Dr. Anthony Greco bersama tim dari Kanada.

Rangkaian agenda tersebut menghadirkan dua wajah yang berjalan berdampingan: tata kelola pelayanan publik dan diplomasi sosial-budaya. Di satu sisi ada peninjauan terhadap layanan pemerintahan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari, sementara di sisi lain hadir ruang perjumpaan lintas negara yang membawa pesan persahabatan dan keterhubungan.

Pemerintah Kabupaten Belu memaknai kunjungan kerja ini sebagai bagian dari penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Belu—sebuah ikhtiar yang diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik sekaligus mempercepat pembangunan yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Di wilayah yang selama ini dikenal sebagai beranda timur Indonesia, setiap kunjungan pemerintahan sesungguhnya selalu membawa makna yang lebih luas dari jadwal dan protokol: bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur dan angka, melainkan tentang menjaga kehadiran negara tetap terasa dekat, manusiawi, dan terbuka terhadap dunia.

Dan di Bandara A.A. Bere Tallo pagi itu, langkah penyambutan menjadi pengingat sederhana—bahwa dari perbatasan, harapan tentang pelayanan, kolaborasi, dan masa depan yang saling terhubung terus diberangkatkan.

Example 300250