Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalNasionalPeristiwa

Di Bawah Sang Merah Putih, Kapolres Belu Meneguhkan Api Pancasila yang Tak Pernah Padam

42
×

Di Bawah Sang Merah Putih, Kapolres Belu Meneguhkan Api Pancasila yang Tak Pernah Padam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID – Pagi itu, langit Atambua seolah menyimpan keteduhan tersendiri. Di hamparan Lapangan Apel Polres Belu, Senin (1/6/2026), langkah-langkah tegap para personel kepolisian berpadu dengan semangat kebangsaan yang mengalir dalam satu irama. Bendera Merah Putih berkibar perlahan diterpa angin, menjadi saksi bahwa Pancasila kembali diperingati bukan sekadar sebagai sejarah, melainkan sebagai jiwa yang terus hidup dalam denyut nadi bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81 Tahun 2026, Kepolisian Resor Belu menggelar upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., dengan Perwira Upacara Kasat Samapta AKP Nurdin Tahin dan Komandan Upacara IPDA Budi R. Hidayat.

Example 300x600

Upacara yang dimulai tepat pukul 07.30 WITA itu berlangsung khidmat. Tema yang diusung, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menggema dalam setiap rangkaian kegiatan, diawali pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara yang diikuti seluruh peserta, serta pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh IPDA Nikodemus Dubu, S.H.

Di hadapan barisan personel yang berdiri tegak, Kapolres Belu membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

╔══════════════════════════════════╗
“Peringatan Hari Lahir Pancasila lebih dari sekadar seremoni tahunan. Hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.”
╚══════════════════════════════════╝

Pesan itu terasa begitu relevan di tengah dunia yang terus bergerak dalam ketidakpastian. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa tema tahun ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila bukan hanya menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terwujudnya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

╔══════════════════════════════════╗
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.”
╚══════════════════════════════════╝

Suasana lapangan yang dipenuhi personel Samapta, Lalu Lintas, Reskrim, Intelkam, staf gabungan serta ASN Polri Polres Belu, menjadi gambaran kecil tentang wajah Indonesia itu sendiri: beragam namun tetap satu tujuan.

Dalam amanat yang sama, Kepala BPIP juga menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton dalam percaturan global. Sebagai bangsa yang menjunjung kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia.

╔══════════════════════════════════╗
“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.”
╚══════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, pesan tersebut hadir pada momentum yang sangat penting. Ketika berbagai kawasan dunia masih dibayangi konflik geopolitik, polarisasi sosial, dan menguatnya politik identitas, Indonesia justru terus menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong yang diwariskan Pancasila. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan pengingat bahwa ideologi bangsa harus terus diterjemahkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menjelang akhir upacara, amanat Kepala BPIP mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, serta nilai-nilai kemanusiaan.

╔══════════════════════════════════╗
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.”
╚══════════════════════════════════╝

Upacara kemudian berakhir dalam suasana penuh khidmat. Namun nilai yang dibawa pagi itu tidak berhenti saat barisan dibubarkan. Ia tetap tinggal di antara kibaran Merah Putih, di dada setiap peserta yang hadir, dan dalam keyakinan bahwa selama Pancasila terus dijaga dalam tindakan sehari-hari, Indonesia akan selalu memiliki arah untuk melangkah—teguh sebagai bangsa, damai dalam keberagaman, dan bermartabat di hadapan dunia.

Example 300250