Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwa

Dari Rote, Solidaritas Mengalir untuk Flores

48
×

Dari Rote, Solidaritas Mengalir untuk Flores

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ROTE NDAO |LINTASTIMOR.ID— Dari pulau paling selatan Indonesia, sebuah pesan kemanusiaan menyeberangi laut menuju Flores. Bukan datang dalam jumlah besar, bukan pula dengan kemewahan, melainkan melalui kepedulian sederhana dari guru, pegawai, dan peserta didik SMAN Rote Selatan.

Di balik video yang mereka bagikan, tersimpan doa dan rasa persaudaraan untuk saudara-saudari di Flores yang sedang menghadapi cobaan akibat bencana gempa. Dari ruang-ruang sekolah di Rote Selatan, kepedulian itu dikumpulkan menjadi donasi—sedikit dari apa yang mereka miliki, tetapi sarat makna bagi mereka yang sedang kehilangan ketenangan.

Example 300x600

Kepala SMAN Rote Selatan Marny Aletha Saudale menyampaikan bahwa keluarga besar sekolah mungkin tidak mampu memberikan banyak. Namun, dari wilayah terselatan Indonesia, mereka ingin memastikan masyarakat Flores mengetahui bahwa persaudaraan itu tetap hidup.

“Keluarga besar SMAN Rote Selatan mungkin tidak mampu memberikan banyak. Namun, dari ujung terselatan Indonesia, kami ingin mengirimkan sedikit yang kami punya sebagai tanda bahwa basodara di Flores tidak sendiri,” ujar Marny.

Donasi tersebut tidak sekadar ditempatkan sebagai bantuan materi. Ia menjadi bahasa lain dari kasih, kepedulian, dan solidaritas sesama anak bangsa—sebuah cara sederhana untuk mengatakan bahwa penderitaan di satu wilayah dapat mengetuk hati mereka yang berada jauh di wilayah lain.

“Donasi ini bukan sekadar bantuan. Ini adalah bentuk kasih, kepedulian, dan solidaritas sesama anak bangsa. Karena ketika satu daerah terluka, hati kita semua ikut merasakan,” demikian pesan keluarga besar SMAN Rote Selatan.

Ketika Laut Tak Membatasi Persaudaraan

Jarak geografis antara Rote dan Flores memang terbentang oleh laut. Namun, bencana kembali mengingatkan bahwa batas wilayah tidak pernah benar-benar mampu memisahkan rasa kemanusiaan. Dari sekolah di wilayah terselatan Indonesia, guru, pegawai, dan peserta didik menunjukkan bahwa solidaritas dapat tumbuh dari hal sederhana: menyisihkan apa yang ada, lalu mengirimkannya bersama doa.

Dalam konteks kebencanaan, dukungan seperti ini memiliki makna lebih dari nilai materi. Solidaritas masyarakat dapat menjadi kekuatan sosial yang membantu penyintas melewati masa tanggap darurat sekaligus memulihkan rasa bahwa mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar Indonesia.

Marny bersama keluarga besar SMAN Rote Selatan juga menitipkan doa kepada masyarakat Flores agar tetap kuat dan tabah menghadapi masa sulit.

“Untuk saudara-saudari kami di Flores, tetaplah kuat. Tetap tabah. Jangan pernah kehilangan harapan.”

Mereka berharap Tuhan memberikan kekuatan kepada setiap keluarga yang terdampak, ketenangan bagi mereka yang sedang berduka, serta mempercepat pemulihan di tanah Flores tercinta.

Pesan itu kemudian dirangkum dalam semboyan yang sederhana dan akrab di Nusa Tenggara Timur: “Katong Semua Basodara.”

Dari Rote, pesan tersebut menemukan jalannya menuju Flores. Tidak melalui jarak yang dihitung dalam kilometer, tetapi melalui rasa yang tidak mengenal batas.

“Sedikit dari kami di Rote, semoga berarti bagi basodara semua di Flores.”

Pada akhirnya, solidaritas tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Kadang ia datang dari sebuah sekolah, dari tangan guru, pegawai, dan peserta didik yang memilih berbagi ketika saudara mereka sedang berduka.

Dari ujung selatan Indonesia, Rote mengirimkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada donasi: sebuah pengingat bahwa ketika Flores terluka, Indonesia tidak berpaling.

Rote untuk Flores. Satu Indonesia, satu rasa, satu kepedulian.

Example 300250