Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupKabupaten Mimika

Dari Ring Tinju ke Mimbar Pengabdian, AKBP Alredo Rumbiak Menakhodai Polres Mimika

88
×

Dari Ring Tinju ke Mimbar Pengabdian, AKBP Alredo Rumbiak Menakhodai Polres Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA |LINTASTIMOR.ID — Tidak semua kemenangan lahir dari sorak-sorai di atas ring. Ada kemenangan yang tumbuh perlahan dari kegagalan, ditempa oleh waktu, dan dipahat oleh keteguhan hati. Itulah jejak perjalanan AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., seorang mantan petinju nasional yang kini dipercaya memimpin Polres Mimika.

Senin, 13 Juli 2026, menjadi babak baru dalam pengabdiannya. Di Lapangan Apel Mapolda Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini melantik AKBP Alredo sebagai Kapolres Mimika. Pergantian jabatan itu bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan penanda lahirnya sebuah amanah baru di salah satu wilayah strategis Papua Tengah.

Example 300x600

Di balik seragam dinas yang dikenakannya hari ini, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Alex Rumbiak, adalah mantan petinju yang kemudian bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah bank swasta di Tangerang, Banten. Dari sosok ayahnya, Alredo mewarisi lebih dari sekadar kecintaan terhadap olahraga. Ia belajar tentang disiplin, keberanian, dan keyakinan bahwa setiap perjuangan selalu menuntut pengorbanan.

Ring tinju menjadi ruang pertama tempat karakter itu ditempa. Alredo menjelma menjadi atlet berprestasi, meraih gelar Juara Nasional dan mempersembahkan medali perunggu pada Kejuaraan Tinju Internasional Arafura Games 2001 di Australia. Prestasi itu mengangkat namanya di dunia olahraga nasional.

Namun, mimpi terbesarnya ternyata tidak berhenti di atas ring.

Sejak muda, ia memendam cita-cita mengenakan seragam Kepolisian Republik Indonesia. Jalan menuju impian itu tidak selalu lapang. Dua kali ia gagal dalam seleksi Bintara Polri di Polda Metro Jaya. Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah. Ia memilih terus berlatih, memperbaiki diri, dan menunggu kesempatan berikutnya dengan kesabaran yang nyaris sunyi.

Kesempatan itu datang pada 2004 ketika ia mengikuti pemusatan latihan nasional tinju. Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Alredo mengikuti seleksi Akademi Kepolisian melalui Polda Papua. Pilihan yang berani itu mengubah arah hidupnya. Ia dinyatakan lulus sebagai Taruna Akpol Angkatan 39 dan resmi dilantik menjadi perwira Polri pada 2007.

“Kegagalan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari kegagalan, lahir ketangguhan yang membentuk karakter seorang pemimpin.”

Sebagian besar perjalanan kariernya ditempa di Korps Brigade Mobil, khususnya Pasukan Gegana Korbrimob Polri. Beragam jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Komandan Peleton, Kasubden Perlawanan Teror, Wakil Komandan Detasemen A Perlawanan Teror, Kepala Seksi Operasional Pasukan Gegana, hingga Komandan Detasemen A Satuan Intelijen Korbrimob Polri. Penugasan di satuan elite itu membangun kapasitas kepemimpinannya dalam menghadapi berbagai tantangan operasional yang kompleks.

Kepercayaan institusi terus bertambah. Pada 2025, Alredo diamanahkan memimpin Polres Nduga. Berbekal pengalaman panjang di lapangan dan rekam jejak kepemimpinan yang teruji, ia kini dipercaya menakhodai Polres Mimika, wilayah yang memiliki dinamika keamanan, sosial, dan pembangunan yang sangat strategis di Papua Tengah.

Bagi AKBP Alredo, jabatan Kapolres bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia menegaskan komitmennya memperkuat sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen di Kabupaten Mimika dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Keamanan yang kokoh tidak dibangun oleh institusi semata, tetapi lahir dari kepercayaan, kolaborasi, dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.”

Di balik tanggung jawab besar sebagai perwira Polri, Alredo tetap menempatkan keluarga sebagai sumber kekuatan. Ia didampingi sang istri, Sri Mintarsih Rumbiak, serta dua putri tercinta, Graselynn Rumbiak dan Chleony Rumbiak, yang menjadi penyemangat dalam setiap langkah pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Pengangkatan AKBP Alredo sebagai Kapolres Mimika juga hadir pada momentum ketika Papua Tengah terus menghadapi tantangan pembangunan, stabilitas keamanan, dan penguatan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Dengan latar belakang sebagai atlet nasional yang ditempa disiplin, serta pengalaman panjang di satuan elite Brimob, kepemimpinannya membawa harapan akan hadirnya pendekatan kepolisian yang tegas dalam penegakan hukum, namun tetap humanis dalam merawat kedekatan dengan masyarakat.

Perjalanan AKBP Alredo Agustinus Rumbiak membuktikan bahwa garis hidup tidak selalu ditentukan oleh seberapa sering seseorang menang, melainkan oleh keberanian untuk bangkit setiap kali jatuh. Dari dentuman pukulan di atas ring hingga amanah memimpin Polres Mimika, ia memperlihatkan bahwa pengabdian sejati selalu dimulai dari keteguhan hati—dan dari sanalah kepercayaan masyarakat menemukan maknanya.

Example 300250