Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanNasionalPeristiwa

Mimika Kukuhkan Dominasi, Juara Umum MTQ I Papua Tengah

88
×

Mimika Kukuhkan Dominasi, Juara Umum MTQ I Papua Tengah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Tiga hari lantunan ayat suci menggema di Venue Eme Neme Yauware akhirnya bermuara pada sebuah penutup yang khidmat. Bukan sekadar seremoni berakhirnya perlombaan, tetapi penegasan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) I Tingkat Provinsi Papua Tengah telah menjadi ruang bertemunya nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan harapan akan lahirnya generasi Qurani di provinsi termuda Indonesia. Di penghujung perhelatan, Kabupaten Mimika tampil sebagai Juara Umum dan bersiap mengemban amanah mewakili Papua Tengah di panggung MTQ tingkat nasional.

MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi ditutup oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ukkas, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Kamis (16/7/2026). Ajang yang berlangsung sejak 14 hingga 16 Juli 2026 itu diikuti delapan kafilah dari seluruh kabupaten di Papua Tengah.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Ukkas yang juga menjabat sebagai Ketua MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah, panitia pelaksana, dewan hakim, aparat keamanan, relawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan MTQ perdana di Papua Tengah.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah, panitia pelaksana, aparat keamanan, dewan hakim, para relawan, serta seluruh pihak yang telah bekerja dan memberikan dukungan bagi terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Ukkas.

Ia juga menyampaikan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi. Menurutnya, setiap kemenangan merupakan buah dari proses belajar yang panjang, disiplin dalam berlatih, serta doa dan dukungan para pelatih maupun keluarga.

Namun bagi peserta yang belum meraih juara, Ukkas berpesan agar tidak kehilangan semangat. Baginya, seluruh peserta tetap merupakan duta Al-Qur’an dari daerah masing-masing yang memiliki tanggung jawab membawa cahaya nilai-nilai Qurani ke tengah masyarakat.

“Pembinaan harus terus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar Papua Tengah mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan kaligrafer yang siap bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.

Ukkas menambahkan, semangat MTQ tidak boleh berhenti sebagai agenda perlombaan semata. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi perekat persaudaraan masyarakat Papua Tengah yang hidup dalam keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter generasi yang berakhlak Qurani.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, yang mewakili Bupati Mimika, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan LPTQ Provinsi Papua Tengah atas kepercayaan menjadikan Mimika sebagai tuan rumah MTQ pertama tingkat provinsi.

“Kami menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan LPTQ Provinsi Papua Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah. Terima kasih kepada seluruh panitia, dewan hakim, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini,” katanya.

Ananias juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang meraih prestasi dan berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan syiar Al-Qur’an di Papua Tengah.

Sebagai tuan rumah, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika dan seluruh panitia pelaksana, kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila terdapat pelayanan, fasilitas maupun hal-hal lain yang kurang berkenan selama MTQ berlangsung,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Dewan Hakim MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah, H. Muslimin, S.Ag., M.Pd., membacakan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 02/DH-MTQ-I/PPT/VII/2026 tentang Penetapan Peserta Terbaik I, II, III, Harapan I, II, III, IV, dan Juara Umum MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026.

Sejumlah peserta terbaik lahir dari berbagai kabupaten. Muhammad Hasan Al Bana dan Nurul Ramadhani dari Mimika menjadi Terbaik I Tartil Putra dan Putri. Pada cabang Tilawah, juara berasal dari Mimika, Nabire, Puncak, dan Deiyai sesuai kategori yang diperlombakan.

Pada cabang Hafalan Al-Qur’an, peserta terbaik berasal dari Mimika, Deiyai, Nabire, dan Puncak. Sementara pada cabang Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an, regu Mimika mendominasi dengan meraih Terbaik I pada Fahmil Putra, Fahmil Putri, serta Syarhil Putri, sedangkan Nabire menjadi Terbaik I Syarhil Putra. Di cabang Khat Al-Qur’an, Mimika kembali mencatatkan prestasi melalui Ahmad Halwani, Syahril Roja, dan Amelia Soleha.

Berdasarkan akumulasi nilai seluruh cabang perlombaan, Kabupaten Mimika ditetapkan sebagai Juara Umum I, disusul Kabupaten Nabire sebagai Juara Umum II, Kabupaten Puncak Juara Umum III, Kabupaten Dogiyai Juara Umum IV, Kabupaten Puncak Jaya Juara Umum V, Kabupaten Deiyai Juara Umum VI, dan Kabupaten Paniai Juara Umum VII.

Secara kontekstual, keberhasilan penyelenggaraan MTQ perdana di Provinsi Papua Tengah memiliki arti yang melampaui capaian kompetisi. Di tengah dinamika pembangunan provinsi baru, MTQ menjadi simbol hadirnya ruang bersama yang memperkuat identitas, toleransi, dan pembinaan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai spiritual. Dominasi Mimika sebagai juara umum sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang sistematis, namun tantangan berikutnya adalah memastikan pembinaan serupa tumbuh merata di seluruh kabupaten agar Papua Tengah memiliki kekuatan yang lebih kompetitif di tingkat nasional.

MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban.” Para peserta terbaik selanjutnya akan dipersiapkan oleh LPTQ Provinsi Papua Tengah untuk mewakili daerah pada MTQ tingkat nasional.

Di penghujung acara, tepuk tangan para kafilah perlahan mereda, tetapi gema ayat-ayat suci yang mengisi ruang Eme Neme Yauware seolah masih tertinggal di udara. Sebab sejatinya, kemenangan terbesar bukan hanya tentang piala yang dibawa pulang, melainkan tentang cahaya Al-Qur’an yang diharapkan terus hidup dalam hati, menuntun langkah Papua Tengah menuju masa depan yang lebih beradab, damai, dan bermartabat.

Example 300250