PUNCAK |LINTASTIMOR.ID— Kabut tipis masih menggantung di langit Ilaga ketika langkah-langkah para pemimpin daerah mulai memenuhi halaman yang disiapkan untuk sebuah penanda sejarah. Di tengah dinginnya udara pegunungan Papua, bunyi tifa, doa-doa adat, dan sorak masyarakat berpadu menjadi saksi lahirnya babak baru pembangunan Kabupaten Puncak.
Senin, 25 Mei 2026, Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, meresmikan Guest House Elvis Tabuni sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Bupati dan Kantor DPRK Kabupaten Puncak. Sebuah momentum yang tidak sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi juga simbol dimulainya mimpi besar tentang wajah baru Ilaga di masa depan.
Peresmian itu menjadi titik penting dalam percepatan pembangunan Papua Tengah, terutama bagi wilayah pegunungan yang selama ini berhadapan dengan tantangan geografis, keterbatasan akses, dan kebutuhan dasar masyarakat yang terus mendesak untuk dijawab.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa memberikan apresiasi kepada Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang dinilainya bergerak cepat membangun daerah pasca pelantikan.
╔════════════════════════════════╗
❝ Dalam waktu sembilan bulan kita bisa meresmikan guest house ini. Tidak mudah membangun di daerah pegunungan seperti Puncak. Tuhan memberkati Bapak Bupati dan keluarga ke depan. ❞
— Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa
╚════════════════════════════════╝
Namun bagi Meki Nawipa, pembangunan tidak boleh berhenti pada pengguntingan pita atau peletakan batu pertama. Ia ingin pembangunan hadir nyata dalam bentuk kantor pemerintahan yang kokoh, jalan yang menghubungkan kampung-kampung, asrama pendidikan bagi anak-anak Papua, hingga ekonomi rakyat yang tumbuh dari tanah sendiri.
Di hadapan para tokoh adat, Forkopimda, ASN, TNI-Polri, dan masyarakat yang memadati lokasi acara, Gubernur Papua Tengah itu mengungkapkan rencana pembangunan asrama pelajar berkapasitas 120 siswa di Kabupaten Puncak.
Program serupa, kata dia, juga akan dibangun di wilayah lain seperti Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Paniai sebagai bagian dari investasi jangka panjang di sektor pendidikan.
╔════════════════════════════════╗
❝ Kita akan bangun asrama supaya anak-anak dari kampung-kampung bisa sekolah dengan baik di Ilaga. Pendidikan harus menjadi prioritas untuk masa depan Papua Tengah. ❞
— Meki Nawipa
╚════════════════════════════════╝
Tak hanya pendidikan, pemerintah provinsi juga menyiapkan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengaspalan jalan serta program penanaman 1,6 juta pohon kopi di wilayah pegunungan.
Bagi Meki Nawipa, tanah Papua tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Gunung-gunung harus menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakatnya sendiri.
╔════════════════════════════════╗
❝ Kita akan tanam kopi di gunung-gunung ini supaya masyarakat punya penghasilan. Bagaimana masyarakat bisa mandiri dan hidup lebih baik. ❞
— Meki Nawipa
╚════════════════════════════════╝
Di tengah berbagai tantangan keamanan dan pembangunan yang selama ini membayangi wilayah pegunungan tengah Papua, langkah pembangunan infrastruktur pemerintahan di Kabupaten Puncak memiliki makna strategis yang jauh lebih luas. Kehadiran kantor pemerintahan permanen, fasilitas pendidikan, dan pusat pelayanan publik menjadi simbol hadirnya negara secara nyata di tengah masyarakat. Pembangunan ini sekaligus menjadi pesan bahwa Papua Tengah sedang bergerak keluar dari stigma keterisolasian menuju daerah yang lebih tertata, modern, dan berdaya saing.
Meki Nawipa juga menegaskan pentingnya membangun gedung permanen berbahan beton sebagai simbol harga diri dan identitas daerah. Ia ingin Ilaga berkembang perlahan menjadi kota pegunungan yang maju dan memiliki wajah pembangunan yang jelas.
╔════════════════════════════════╗
❝ Bangunan permanen itu nilai dan identitas daerah. Kita ingin Ilaga berkembang pelan-pelan menjadi kota yang maju dan tertata. ❞
— Meki Nawipa
╚════════════════════════════════╝
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Papua Tengah secara simbolis menggunting pita sebagai tanda diresmikannya Guest House Elvis Tabuni yang memiliki 21 kamar lengkap dengan fasilitas penunjang. Bangunan itu diharapkan menjadi fasilitas representatif untuk mendukung pelayanan pemerintahan dan tamu daerah di Kabupaten Puncak.
Acara berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Para bupati dari wilayah Mee Pago dan Lapago turut hadir bersama pimpinan DPRK, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat yang datang menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.
Dan ketika batu pertama itu akhirnya diletakkan di tanah Ilaga, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya gedung pemerintahan, melainkan harapan tentang masa depan Papua yang perlahan berdiri tegak di atas tanahnya sendiri.


















