Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MappiKabupaten MimikaKesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Dari Dapur Pesisir Mimika, Mama-Mama Menenun Harapan Baru Lewat Pangan Lokal

6
×

Dari Dapur Pesisir Mimika, Mama-Mama Menenun Harapan Baru Lewat Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Aroma hasil bumi pesisir seakan menguar bersama semangat para mama-mama yang berkumpul untuk belajar, berbagi, dan menciptakan peluang baru bagi keluarga mereka. Di tengah bentangan wilayah pesisir Mimika yang kaya akan sumber pangan lokal, lahir sebuah ikhtiar sederhana namun bermakna: mengubah kekayaan alam menjadi harapan ekonomi yang bertumbuh dari dapur-dapur kampung.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal bagi kaum perempuan di Distrik Mimika Barat Jauh dan Mimika Barat Tengah.

Example 300x600

Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan mama-mama pesisir dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha untuk mendukung perekonomian keluarga.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Mimika, Johana AB Arwam, mengatakan wilayah pesisir memiliki potensi pangan lokal yang melimpah dan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang bernilai ekonomi.

┏━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
“Potensi pangan lokal di wilayah pesisir sangat melimpah. Melalui inovasi pengolahan, bahan-bahan tersebut tidak hanya menjadi konsumsi sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha baru yang membantu meningkatkan pendapatan keluarga.”
Johana AB Arwam, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Mimika
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

Menurut Johana, selama ini sebagian masyarakat masih mengolah pangan lokal secara sederhana. Karena itu, pelatihan diberikan agar peserta mampu menciptakan beragam produk olahan yang lebih menarik, memiliki daya saing, serta dapat dipasarkan secara lebih luas.

Di balik kegiatan pelatihan tersebut, tersimpan misi yang lebih besar dari sekadar meningkatkan keterampilan memasak. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan yang menempatkan mama-mama pesisir sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi keluarga. Ketika perempuan memiliki kemampuan mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual, maka roda ekonomi kampung bergerak dari akar yang paling kuat: keluarga.

Selain mendukung ekonomi keluarga, pengembangan pangan lokal juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak. Dengan penyajian yang lebih variatif dan menarik, pangan lokal diharapkan semakin diminati sehingga dapat membantu upaya pencegahan stunting di kampung-kampung pesisir.

┏━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┓
“Kualitas gizi pangan lokal kita sangat baik. Jika diolah dan dikemas dengan menarik, manfaatnya bukan hanya untuk kesehatan keluarga, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.”
Johana AB Arwam
┗━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━┛

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap mama-mama pesisir semakin berdaya secara ekonomi dan mampu memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendukung pembangunan dari kampung.

Di pesisir Mimika, perubahan besar tidak selalu lahir dari bangunan megah atau investasi bernilai miliaran rupiah. Terkadang, ia tumbuh dari tangan-tangan seorang ibu yang mengolah hasil alam dengan penuh ketekunan. Sebab ketika perempuan diberdayakan, bukan hanya pendapatan keluarga yang bertambah, tetapi juga masa depan generasi yang perlahan dibangun dengan cinta, keterampilan, dan kearifan lokal yang diwariskan dari satu dapur ke dapur berikutnya.

Example 300250