Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasionalPeristiwa

Bupati Belu Cup 2026 Resmi Dibuka, PSSI NTT Bidik Atambua Jadi Panggung PON Nasional

80
×

Bupati Belu Cup 2026 Resmi Dibuka, PSSI NTT Bidik Atambua Jadi Panggung PON Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Senja belum sepenuhnya turun ketika gelombang manusia mulai memenuhi setiap sudut Stadion Haliwen, Senin (18/5/2026). Langit Atambua tampak teduh, namun atmosfer di jantung Kota Perbatasan itu bergemuruh oleh nyanyian suporter, derap langkah para pemain, dan semangat persaudaraan yang menjelma menjadi satu bahasa: sepak bola.

Di tengah gegap gempita itu, Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Nusa Tenggara Timur, Petrus Christian Mboeik, resmi membuka Open Turnamen Sepakbola Bupati Belu Cup 2026 yang mengusung tema “Belu Bersahabat.”

Turnamen bergengsi ini diikuti 32 klub dari berbagai daerah, termasuk tim dari Timor Leste, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Utara. Namun lebih dari sekadar kompetisi, pembukaan Bupati Belu Cup tahun ini terasa seperti sebuah pernyataan besar dari Timur Indonesia: bahwa sepak bola hidup, tumbuh, dan dicintai dengan begitu dalam di tanah perbatasan.

Example 300x600

🌸⚽
╔══════════════════════════════╗
“Saya sangat bangga. Di setiap pertemuan PSSI di Jakarta, NTT selalu dihormati karena kecintaan masyarakatnya terhadap sepak bola begitu luar biasa.”
Petrus Christian Mboeik
╚══════════════════════════════╝
⚽🌸

Sorak penonton yang memadati tribun Stadion Haliwen menjadi saksi bagaimana sepak bola di NTT bukan sekadar olahraga, melainkan denyut kehidupan masyarakat. Bahkan, menurut Christian Mboeik, antusiasme publik sepak bola NTT telah menjadi pembicaraan hingga tingkat pusat setelah gelaran ETMC di Kupang beberapa tahun lalu menyedot ribuan penonton.

Ia mengisahkan bagaimana klub-klub besar nasional mulai melirik NTT sebagai pusat pertumbuhan sepak bola baru di Indonesia. Dari sanalah lahir gagasan besar menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

🌸⚽
╔══════════════════════════════╗
“Kami sudah memutuskan bahwa NTT akan menjadi tuan rumah PON selanjutnya. Untuk sepak bola putra akan digelar di daratan Timor, dan Belu memiliki peluang besar menjadi salah satu lokasinya.”
╚══════════════════════════════╝
⚽🌸

Ucapan itu langsung disambut tepuk tangan panjang dari ribuan masyarakat yang hadir. Di bawah cahaya lampu stadion, Stadion Haliwen mendadak terasa bukan lagi sekadar lapangan sepak bola biasa, melainkan panggung masa depan olahraga NTT.

Christian Mboeik mengaku optimistis setelah melihat langsung kondisi stadion kebanggaan masyarakat Belu tersebut. Menurutnya, ukuran lapangan sudah memenuhi standar PSSI dan hanya membutuhkan sejumlah pembenahan pada tribun serta kapasitas penonton agar layak menggelar pertandingan berskala nasional.

🌸⚽
╔══════════════════════════════╗
“Stadion Haliwen adalah stadion yang paling mendekati standar. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, saya yakin Belu mampu.”
╚══════════════════════════════╝
⚽🌸

Di tengah suasana pembukaan yang meriah, aroma jagung bakar, kopi panas, dan hiruk pikuk pelaku UMKM di sekitar stadion ikut menghadirkan warna tersendiri. Sepak bola, malam itu, bukan hanya tentang pertandingan 90 menit, tetapi tentang ekonomi rakyat yang bergerak, persaudaraan yang tumbuh, dan harapan daerah yang perlahan menemukan jalannya.

Ketua PSSI NTT itu juga menegaskan bahwa Bupati Belu Cup harus menjadi ruang lahirnya talenta-talenta muda baru dari Timur Indonesia.

🌸⚽
╔══════════════════════════════╗
“Saya berharap dari turnamen ini lahir pemain-pemain terbaik yang kelak membela tim nasional dan mengharumkan nama NTT maupun Indonesia.”
╚══════════════════════════════╝
⚽🌸

Momentum pembukaan semakin semarak saat Bupati Belu bersama Wakil Bupati Timor Tengah Utara dan Ketua PSSI NTT melakukan tendangan pertama sebagai simbol dimulainya turnamen. Riuh tepuk tangan dan bunyi genderang suporter menggema panjang di Stadion Haliwen, seolah menandai dimulainya sebuah perjalanan besar dari wilayah perbatasan menuju panggung nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Timor Tengah Utara, perwakilan Pemerintah Kabupaten Malaka, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka, anggota DPRD Provinsi NTT, para pejabat daerah, serta jajaran pengurus olahraga lainnya.

Di Atambua siang itu, sepak bola tidak hanya dimainkan di atas rumput hijau. Ia hidup di mata anak-anak yang bermimpi menjadi pemain nasional, di tangan para pedagang kecil yang berharap dagangannya laris, dan di hati masyarakat perbatasan yang percaya bahwa dari Timur, Indonesia bisa kembali bersinar.

Example 300250