Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

PUPR Mimika Matangkan Rencana Kota Potowaiburu, Potensi Ekonomi Lokal Jadi Andalan

22
×

PUPR Mimika Matangkan Rencana Kota Potowaiburu, Potensi Ekonomi Lokal Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Potowaiburu menyimpan peluang untuk tumbuh menjadi kawasan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata. Namun, potensi tersebut membutuhkan perencanaan ruang dan pembangunan infrastruktur yang terarah agar perkembangan wilayah tidak berjalan tanpa pijakan yang jelas.

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini mematangkan rencana pengembangan Kota Potowaiburu, Papua Tengah, sebagai bagian dari upaya menyiapkan arah pembangunan kawasan secara terencana dan berkelanjutan.

Example 300x600

Pembahasan tersebut dilakukan melalui seminar akhir perencanaan Kota Potowaiburu di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin, Timika, Kamis (22/10/2026).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, mengatakan perencanaan kota menjadi tahapan penting untuk mengantisipasi kebutuhan infrastruktur sekaligus mengarahkan perkembangan wilayah sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat.

Baginya, dokumen perencanaan tidak boleh berhenti sebagai kelengkapan administrasi. Lebih dari itu, dokumen tersebut harus menjadi pijakan bagi pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Perencanaan ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi dasar dalam menentukan pembangunan yang tepat bagi Potowaiburu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menyelaraskan rencana pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus memiliki arah, fungsi, dan manfaat yang jelas bagi pertumbuhan kawasan maupun peningkatan kesejahteraan warga.

Menata Infrastruktur, Membuka Peluang Pertumbuhan

Dalam proses perencanaan tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain penataan kawasan permukiman, pembangunan jalan, drainase, fasilitas publik, kawasan industri, pelabuhan, serta penyediaan ruang terbuka hijau.

Seluruh aspek itu menjadi bagian penting dalam membentuk kawasan yang tertata, memiliki konektivitas memadai, dan mampu mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.

Potowaiburu juga memiliki posisi geografis yang dinilai strategis karena berada di wilayah perbatasan Provinsi Papua Tengah dan Papua Barat. Selain letak wilayahnya, potensi perikanan laut menjadi salah satu modal ekonomi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat penghidupan masyarakat setempat.

Namun, potensi alam tidak serta-merta menghadirkan kesejahteraan apabila akses distribusi dan pemasaran belum memadai.

Nelayan masih menghadapi tantangan dalam menjangkau pasar di Timika untuk memasarkan hasil tangkapan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pengembangan Potowaiburu tidak cukup hanya dengan menata kawasan secara fisik, tetapi juga perlu memperhatikan konektivitas, akses pasar, serta dukungan terhadap kegiatan ekonomi lokal.

Dengan perencanaan yang tepat, pembangunan infrastruktur diharapkan mampu memperkuat hubungan antara potensi sumber daya setempat dan peluang ekonomi yang lebih luas.

Perikanan, Pertanian, dan Pariwisata dalam Satu Arah Pembangunan

Di luar sektor perikanan, kondisi geografis Potowaiburu juga dinilai membuka peluang bagi pengembangan pertanian dan pariwisata.

Ketiga sektor tersebut dapat menjadi bagian dari arah pembangunan ekonomi kawasan apabila didukung penataan ruang yang sesuai, infrastruktur yang memadai, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Yoga menekankan bahwa pengembangan potensi wilayah perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kondisi geografis dan kelestarian lingkungan.

“Potensi yang dimiliki harus dikembangkan dengan tetap memperhatikan kondisi wilayah dan kelestarian lingkungan, sehingga pembangunan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan kawasan tidak semata-mata diukur dari bertambahnya infrastruktur atau meluasnya kawasan terbangun. Kualitas perencanaan juga ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

RDTR Menjadi Tahap Lanjutan

Setelah tahapan perencanaan Kota Potowaiburu rampung, Pemerintah Kabupaten Mimika akan melanjutkan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Dokumen RDTR nantinya menjadi pedoman yang lebih terperinci dalam mengatur pemanfaatan ruang di kawasan tersebut. Keberadaannya penting untuk memberikan arah bagi pengembangan permukiman, infrastruktur, kegiatan ekonomi, dan kawasan-kawasan strategis sesuai peruntukannya.

Dengan demikian, pematangan rencana Kota Potowaiburu menjadi tahapan awal untuk menyiapkan fondasi pembangunan yang lebih terarah.

Tantangan berikutnya adalah memastikan perencanaan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program prioritas yang realistis, terukur, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebab, masa depan Potowaiburu tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi alam yang dimiliki, tetapi juga oleh ketepatan pemerintah dalam menata ruang, membangun konektivitas, dan mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Example 300250