Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Di Mappi, Jemaat GPI Jalan Suci Diteguhkan Hidup Dalam Roh Kudus

31
×

Di Mappi, Jemaat GPI Jalan Suci Diteguhkan Hidup Dalam Roh Kudus

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAPPI | LINTASTIMOR.ID — Iman tidak hanya tumbuh di antara dinding gereja atau berhenti pada lantunan pujian. Iman menemukan maknanya ketika firman Tuhan menjelma menjadi kasih, ketika kebenaran menjadi pegangan, dan ketika setiap langkah kehidupan diarahkan oleh tuntunan Roh Kudus.

Semangat itulah yang mewarnai Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Suci Kabupaten Mappi, Selasa (20/10/2026). Mengusung tema “Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus”, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan rohani bagi jemaat untuk memperbarui iman, meneguhkan komitmen kepada Tuhan, serta merenungkan kembali arah kehidupan sebagai orang percaya.

Example 300x600

Ev. Zefanya Yewun hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu. Melalui pelayanan firman Tuhan, jemaat diajak memahami bahwa hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus bukan semata-mata tentang pengakuan iman, melainkan juga tentang kesediaan untuk membiarkan kehendak Tuhan membimbing perkataan, sikap, dan keputusan sehari-hari.

Tema tersebut membawa pesan yang dekat dengan kehidupan manusia. Di tengah berbagai tantangan, godaan, dan pilihan yang harus dihadapi, orang percaya dipanggil untuk tidak hanya mengandalkan keinginan pribadi, tetapi juga menempatkan firman Tuhan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Hidup dalam tuntunan Roh Kudus berarti belajar mengasihi ketika kebencian mudah tumbuh, memilih kejujuran ketika ketidakjujuran menawarkan jalan pintas, serta merendahkan hati ketika ego ingin menguasai diri. Iman pun menemukan wujud nyatanya melalui kepedulian terhadap sesama dan kesediaan membangun kehidupan yang membawa damai.

Bagi jemaat GPI Jalan Suci Kabupaten Mappi, KKR ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat persekutuan. Di tengah kebersamaan dalam ibadah, hubungan antarsesama umat diharapkan semakin kuat, sementara komitmen untuk bertumbuh dalam iman terus dipelihara.

Perjalanan panjang menuju persekutuan rohani

Di balik pelaksanaan KKR tersebut, terdapat perjalanan persiapan yang tidak singkat. Ketua Panitia KKR, Yance Jitmau, menjelaskan bahwa kegiatan itu telah direncanakan sejak 4 Mei 2026. Namun, berbagai keterbatasan yang dihadapi panitia membuat pelaksanaannya baru dapat diwujudkan pada 20 Oktober 2026.

Rentang waktu tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dilalui panitia hingga kegiatan rohani itu akhirnya terlaksana. Yance pun menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat dan gereja-gereja yang terlibat maupun yang telah menantikan pelaksanaan KKR.

“Kami juga memohon maaf kepada jemaat dan gereja-gereja atas keterlambatan pelaksanaan KKR ini. Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan dan keterbatasan dalam mempersiapkan kegiatan ini,” ungkap Yance.

Permohonan maaf itu disampaikan sebagai bentuk keterbukaan panitia atas proses persiapan yang dihadapi. Di balik sebuah kegiatan keagamaan, ada tanggung jawab, kerja bersama, dan berbagai tantangan yang perlu diselesaikan agar pelayanan dapat berlangsung.

Yance juga menyampaikan penghargaan kepada Ev. Zefanya Yewun yang telah hadir untuk melayani jemaat, serta kepada seluruh jemaat dan gereja-gereja yang mengambil bagian dalam KKR tersebut.

“Terima kasih kepada pembicara Ev. Zefanya Yewun yang telah datang dan hadir bersama kami. Terima kasih juga kepada jemaat dan gereja-gereja yang sudah hadir dalam KKR GPI Jalan Suci Kabupaten Mappi. Kami memohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan kami dalam pelaksanaan KKR ini,” ujarnya.

Ucapan terima kasih itu menegaskan bahwa terselenggaranya sebuah persekutuan tidak berdiri di atas usaha satu orang atau satu kelompok saja. Dukungan, kehadiran, dan kesediaan untuk mengambil bagian menjadi unsur penting dalam membangun kebersamaan di tengah kehidupan bergereja.

Merawat persaudaraan, meneguhkan iman

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pengurus GPI Jalan Suci Kabupaten Mappi, Dominicus Gagudemu. Ia berterima kasih kepada seluruh tamu undangan dan jemaat yang telah hadir serta mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baginya, kebersamaan dalam KKR diharapkan tidak berhenti ketika ibadah selesai. Perjumpaan itu perlu diteruskan melalui hubungan yang semakin erat antargereja, persaudaraan yang semakin kokoh, dan kesediaan untuk saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pertumbuhan iman memiliki dimensi pribadi dan komunal. Setiap orang dipanggil untuk memperbaiki kehidupan rohaninya, sementara gereja memiliki peran penting dalam memelihara persekutuan, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan nilai-nilai kasih di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, tema “Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus” mengajak jemaat untuk membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman mengikuti ibadah. Ada panggilan untuk menjadikan firman Tuhan sebagai dasar tindakan, kasih sebagai cara memperlakukan sesama, dan kerendahan hati sebagai sikap dalam menjalani kehidupan.

Sebab, kebangunan rohani yang bermakna tidak hanya terlihat ketika jemaat berkumpul dalam satu tempat untuk berdoa dan mendengarkan firman. Buahnya justru diharapkan tumbuh setelah persekutuan usai—dalam keluarga, lingkungan gereja, dan kehidupan bermasyarakat.

Di Mappi, KKR GPI Jalan Suci menjadi momentum untuk kembali meneguhkan arah perjalanan iman itu: berjalan dalam tuntunan Roh Kudus, memelihara persaudaraan, dan menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata.

 

Example 300250