Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupHiburanNasionalPeristiwa

Hoaks Mengancam Persatuan, Gema Santri Serukan Kolaborasi

20
×

Hoaks Mengancam Persatuan, Gema Santri Serukan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MEDAN |LINTASTIMOR.ID — Di tengah derasnya arus informasi yang melintas dari satu gawai ke gawai lain, persatuan masyarakat kerap diuji oleh sesuatu yang tak terlihat: kabar yang belum tentu benar. Sebuah pesan dapat menjadi jembatan kebersamaan, tetapi juga dapat berubah menjadi bara apabila diterima tanpa verifikasi.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ruang refleksi bagi Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa), Ustaz KH Akhmad Khambali, SE, MM, untuk mengajak masyarakat Sumatera Utara memperkuat kolaborasi antara ulama, umaro, Polri, dan umat.

Example 300x600

Khambali menilai, keempat unsur tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam menjaga kehidupan sosial yang aman, tertib, dan damai.

“Ulama berperan memberikan pencerahan moral, nasihat spiritual, dan dakwah yang menyejukkan agar masyarakat hidup rukun. Umaro atau pemimpin daerah membuat kebijakan dan menjalankan program pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sedangkan umat berperan aktif menjaga persatuan, toleransi, dan menaati aturan yang berlaku.”

Ia menegaskan, kekuatan sosial akan menjadi terbatas apabila masing-masing unsur berjalan sendiri. Sebaliknya, kolaborasi yang terbangun secara konsisten akan menjadi kekuatan bersama untuk menjaga Sumatera Utara.

“Apabila kekuatan ini berjalan sendiri-sendiri, kekuatan kita terbatas. Namun, kalau kolaborasi antara ulama, umaro, Polri, dan umat terbangun, keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Sumut akan berjalan bersama-sama.”

Menurut Khambali, Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai seremoni keagamaan. Keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan merawat kedamaian.

“Di momentum Maulid Nabi yang sangat mulia ini, mari kita meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Kita perkuat kolaborasi antara ulama, umaro, Polri, dan umat agar Sumut tetap damai, aman, dan tertib.”

Hoaks dan Ancaman terhadap Persatuan

Di tengah ruang digital yang bergerak cepat, hoaks dapat menjadi persoalan sosial ketika informasi yang belum teruji diterima sebagai kebenaran. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting untuk tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi juga memastikan kebenaran sebelum ikut menyebarkannya.

Khambali secara khusus mengingatkan masyarakat Sumatera Utara agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang berpotensi memecah hubungan sosial.

“Berita hoaks diproduksi oleh orang yang pintar tetapi jahat, lalu disebarluaskan oleh orang baik tetapi bodoh.”

Pesan itu sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat lebih berhati-hati menggunakan ruang digital. Sebab, sekali sebuah informasi palsu menyebar, dampaknya dapat jauh lebih panjang daripada proses untuk meluruskannya.

Khambali kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan tidak memberikan ruang kepada pihak mana pun yang ingin merusak persatuan.

“Mari kita jaga kebersamaan, keberpihakan, dan persatuan Sumut dari rongrongan orang yang akan memecah belah kolaborasi antara ulama, umaro, Polri, dan umat. Mari kita jaga Sumut dengan rukun dan guyub.”

Ia berharap Sumatera Utara terus menjadi daerah yang mampu merawat keberagaman, menjaga ketertiban, serta memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.

“Mari kita jadikan Sumut sebagai provinsi yang makmur dan selalu memberikan yang terbaik untuk NKRI.”

Pada akhirnya, pesan Maulid Nabi bukan sekadar ajakan untuk mengenang sejarah, melainkan panggilan untuk menghadirkan akhlak dalam kehidupan nyata. Di tengah derasnya kabar dan riuhnya perbedaan, persatuan hanya akan tetap menyala apabila masyarakat memilih kebenaran daripada hoaks, tabayun daripada prasangka, dan persaudaraan daripada perpecahan.

(Tim)

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe