DOGIYAI |LINTASTIMOR.ID) — Pagi belum sepenuhnya menanggalkan sisa-sisa ketegangan ketika garis pengamanan polisi membentang di antara bangunan-bangunan pemerintah yang menghitam oleh api. Senin (24/8/2026), penyidik Polres Dogiyai turun ke Kampung Ekimanida, Distrik Kamu, Papua Tengah, untuk mencari jawaban di balik terbakarnya tiga kantor Pemerintah Kabupaten Dogiyai.
Tiga bangunan itu masing-masing Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Kantor Inspektorat Kabupaten Dogiyai.
Ketiganya diduga dibakar oleh orang tak dikenal pada Ahad (23/8/2026). Hingga olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan, polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun motif di balik peristiwa tersebut.
Olah TKP dimulai sekitar pukul 11.35 WIT. Kegiatan dipimpin Kepala Bagian Operasi Polres Dogiyai AKP Harsyad Sabbe Rety bersama personel Satuan Reserse Kriminal.
Sebanyak 40 personel Polres Dogiyai diterjunkan untuk mengamankan proses pemeriksaan. Pengamanan juga diperkuat satu regu personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob Batalyon A Polda Papua Barat.
Kepala Bagian Logistik Polres Dogiyai Iptu Lapik dan Kepala Satuan Samapta Ipda Roland D. Masoka turut berada di lokasi.
Di antara bangunan yang terbakar, polisi tidak hanya menemukan puing. Ada benda-benda kecil yang kini menjadi bagian dari rangkaian petunjuk penyelidikan.
Pemeriksaan pertama dilakukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sekitar pukul 11.40 WIT. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan satu potongan plafon plastik dan tiga potongan seng.
Lima menit kemudian, pemeriksaan berlanjut ke Kantor Inspektorat. Polisi menemukan rangka kursi besi, kayu hangus, rumah kunci pintu, serta tiga batu.
Sekitar pukul 12.00 WIT, giliran Kantor Bappeda diperiksa. Dari bangunan itu, petugas mengamankan satu batang pohon, dua batu, potongan kaca jendela, dan potongan plafon plastik.
Seluruh rangkaian olah TKP selesai sekitar pukul 12.15 WIT dalam keadaan aman dan kondusif.
“Setiap benda yang ditemukan di lokasi bukan sekadar sisa kebakaran. Ia menjadi potongan kecil dari sebuah peristiwa yang harus dirangkai penyidik untuk menemukan kebenaran.”
Barang-barang yang diamankan selanjutnya akan diperiksa dan dikaitkan dengan keterangan saksi serta alat bukti lainnya. Dari proses tersebut, penyidik diharapkan dapat mengungkap penyebab kebakaran, modus, motif, hingga pihak yang diduga terlibat.
Namun, laporan kepolisian sejauh ini belum menjelaskan apakah penyidik menemukan bahan bakar atau benda lain yang secara langsung menunjukkan metode pembakaran. Jumlah saksi yang telah diperiksa dan perkiraan nilai kerugian juga belum disampaikan.
Api yang Mengancam Pelayanan
Peristiwa tersebut tidak berhenti pada kerusakan bangunan. Di balik dinding kantor yang terbakar terdapat fungsi pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Kantor Disdukcapil, misalnya, menjadi salah satu pintu utama pelayanan administrasi kependudukan. Ketika fasilitas pelayanan publik terbakar, yang ikut terancam terganggu bukan hanya aktivitas aparatur, tetapi juga urusan warga yang membutuhkan dokumen dan layanan pemerintahan.
Secara kontekstual, pembakaran fasilitas pemerintah memiliki dampak yang lebih luas daripada kerugian material. Peristiwa semacam ini dapat mengganggu kesinambungan pelayanan publik, memunculkan keresahan, sekaligus memperlebar ruang bagi informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, pengungkapan perkara secara profesional, transparan, dan berbasis bukti menjadi penting agar masyarakat memperoleh kepastian serta tidak terseret oleh spekulasi maupun provokasi.
Polres Dogiyai juga mewaspadai kemungkinan berkembangnya informasi yang belum terverifikasi setelah kejadian. Patroli secara berkala di kantor pemerintahan, fasilitas umum, objek vital, dan sejumlah lokasi yang dinilai rawan direkomendasikan untuk mencegah terjadinya perusakan atau pembakaran lanjutan.
Kepolisian mendorong koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Dogiyai, TNI, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat. Pemerintah daerah juga diminta segera menyiapkan langkah pemulihan agar pelayanan publik yang terdampak dapat kembali berjalan.
Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Dogiyai belum menyampaikan keterangan mengenai tingkat kerusakan, nilai kerugian, dokumen yang terdampak, maupun lokasi pelayanan sementara bagi masyarakat.
Penyelidikan masih berjalan. Polisi masih mengumpulkan kepingan-kepingan bukti dari tiga bangunan yang kini menyisakan arang dan puing.
Sebab, di balik setiap kantor yang terbakar, ada pelayanan publik yang harus diselamatkan—dan di balik setiap bara yang padam, masih ada kebenaran yang menunggu untuk ditemukan.


















