Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwa

Seribu Lilin dari  Malaka , Doa  untuk Flores

57
×

Seribu Lilin dari  Malaka , Doa  untuk Flores

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BETUN |LINTASTIMOR.ID— Malam di Lapangan Umum Kota Betun tidak hanya diterangi cahaya lampu. Pada Minggu (23/8/2026), seribu lilin menyala dalam keheningan, membawa doa masyarakat Malaka untuk saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi duka akibat gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Di antara nyala kecil yang berpendar dalam gelap, masyarakat berkumpul dalam satu suasana: berdoa, mengenang, dan menguatkan. Tidak ada jarak antara agama, jabatan, maupun latar belakang ketika kepedulian menjadi alasan untuk berdiri bersama.

Example 300x600

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka menggelar doa bersama dan aksi seribu lilin tersebut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores.

Doa dipimpin tokoh lintas agama—ustaz, pendeta, dan pastor. Hadir pula Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu (HMS), komisioner KPU dan Bawaslu, anggota DPRD Malaka, PPK, Dekranasda, para pejabat, tokoh masyarakat, serta para pemuda.

Dari Betun, Doa Menyeberangi Pulau

Satu per satu lilin menyala. Cahaya yang sederhana itu kemudian membentuk hamparan terang di tengah malam Betun.

Setiap nyala menjadi simbol doa, harapan, dan kepedulian masyarakat Malaka kepada warga Flores yang sedang menghadapi masa sulit setelah gempa.

Bagi PMI Kabupaten Malaka, solidaritas tidak berhenti pada doa. Dukungan masyarakat juga diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan untuk kemudian dibawa menuju wilayah terdampak.

Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FisQua, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan, baik berupa sembako maupun uang tunai.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan, baik berupa sembako maupun uang tunai. Bantuan ini akan kami bawa melalui PMI Kabupaten Malaka untuk disalurkan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak gempa di Flores,” ujar Oktelin.

Solidaritas yang Melampaui Batas Wilayah

Dalam situasi bencana, bantuan tidak selalu bermula dari tempat yang paling dekat dengan pusat gempa. Ia dapat lahir dari rasa sepenanggungan masyarakat di wilayah lain. Doa, lilin, sembako, dan uang tunai menjadi bentuk berbeda dari satu pesan yang sama: mereka yang sedang menghadapi bencana tidak berjalan sendirian.

Aksi seribu lilin di Betun memperlihatkan bahwa solidaritas kemanusiaan mampu melampaui batas geografis. Ketika gempa mengguncang Flores, masyarakat Malaka memilih menjawabnya dengan kepedulian—mengubah ruang publik menjadi tempat berdoa sekaligus titik awal mengirimkan bantuan.

Malam terus bergerak. Namun, cahaya seribu lilin masih menyimpan pesan yang jauh lebih panjang daripada nyalanya.

Dari Malaka untuk Flores, dari Betun doa itu dipanjatkan; dan ketika lilin-lilin akhirnya padam, semoga kepedulian yang dinyalakannya tetap hidup di hati manusia.

Example 300250