LEMBATA |LINTASTIMOR.ID— Laut di Pantai Wowong, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8/2026), menyimpan kabar yang belum selesai. Di antara debur ombak dan bentangan perairan yang tak mudah diterka, tim SAR gabungan menyisir laut untuk menemukan Jibrail Cize (22), warga Desa Meluwiting I, Kecamatan Omesuri, yang dilaporkan tenggelam saat berenang seorang diri.
Jibrail dilaporkan terseret ombak ketika berenang di sekitar Pantai Wowong. Setelah kejadian, teman korban menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga. Upaya pencarian secara mandiri pun dilakukan, tetapi hingga tim SAR tiba, keberadaan korban belum ditemukan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere menerima laporan dari pihak keluarga pada pukul 14.00 WITA. Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 8°17’14.45″S–123°46’57.50″E, sekitar 40 kilometer dengan radial 76,53° dari Unit Siaga SAR Lembata.
Menindaklanjuti laporan itu, Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengerahkan tujuh personel Rescue Unit Siaga SAR Lembata menuju lokasi. Tim membawa satu unit Rubber Boat 30 PK, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta perlengkapan SAR air.
Perjalanan menuju lokasi berlangsung hingga sore. Tim tiba sekitar pukul 17.26 WITA dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang telah lebih dahulu berada di lokasi.
Pencarian kemudian diarahkan ke perairan sekitar titik kejadian. Dengan menggunakan Rubber Boat, petugas menyisir permukaan laut, sementara unsur gabungan lainnya membantu memperluas pengamatan di sekitar kawasan pantai.
“Kami terus mengusahakan pencarian dan melakukan yang terbaik agar korban segera ditemukan. Setiap kemungkinan tetap kami perhitungkan dalam operasi ini,” ujar Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere.
Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA, pencarian belum membuahkan hasil. Korban masih dinyatakan belum ditemukan.
Laut, Waktu, dan Pencarian yang Belum Usai
Dalam operasi pencarian di laut, waktu menjadi salah satu faktor penting. Kondisi perairan, jarak pandang, cuaca, serta keselamatan personel menjadi pertimbangan dalam menentukan pola dan waktu pencarian. Karena itu, operasi tidak berhenti pada nihilnya hasil pencarian hari pertama, melainkan dilanjutkan dengan strategi dan penyisiran pada hari berikutnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan waktu pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian pada Operasi SAR Hari Kedua (H.2), Senin (24/8/2026), mulai pukul 06.00 WITA.
Operasi tersebut melibatkan Unit Siaga SAR Lembata sebanyak tujuh personel, Polsek Omesuri dua personel, BPBD Kabupaten Lembata dua personel, Ditpolairud Polda NTT satu personel, Babinsa Koramil 1624-04/Omesuri satu personel, serta masyarakat dan keluarga korban sebanyak 25 orang.
Malam akhirnya datang di Pantai Wowong. Laut masih membentangkan gelapnya, sementara nama Jibrail tetap menjadi pusat pencarian. Esok pagi, ketika cahaya kembali jatuh di atas permukaan air, tim SAR akan kembali menyisir laut—membawa satu harapan sederhana: menemukan seorang anak, dan mengembalikannya kepada keluarganya.


















