TEMBAGAPURA |LINTASTIMOR.ID — Di antara dinginnya udara pegunungan dan kabut yang perlahan menyelimuti lereng Cartenz, Merah Putih berkibar. Di ketinggian yang menuntut ketangguhan itu, lagu kebangsaan menggema, membawa suasana kemerdekaan ke salah satu lanskap paling ekstrem di Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Puncak Cartenz, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bukan sekadar upacara. Dari tempat yang berdiri hampir menyentuh langit itu, Kepolisian Daerah Papua Tengah menyampaikan pesan tentang keamanan, persatuan, sekaligus harapan untuk menghidupkan kembali pariwisata Papua Tengah.
Kapolda Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Papua Tengah dan personel Brimob. Upacara berlangsung di tengah suhu dingin, medan pegunungan yang berat, serta akses menuju lokasi yang terbatas.
Komandan Satuan Brimob Polda Papua Tengah Kombes Pol Sandhi Sultan turut mengikuti upacara bersama personel Brimob Polda Papua Tengah dan Brimob Detasemen B Timika.
Pengamanan dilakukan secara ketat selama seluruh rangkaian kegiatan. Kendati medan dan cuaca menjadi tantangan, upacara berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
“Dari Cartenz, Merah Putih tidak hanya berkibar sebagai simbol kemerdekaan. Ia membawa pesan bahwa Papua Tengah memiliki kekayaan alam yang layak dikenal dunia, sekaligus tanggung jawab besar untuk menjaganya.”
Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda penting bagi upaya memperkenalkan kembali kawasan Puncak Cartenz sebagai destinasi wisata alam Papua Tengah kepada wisatawan nasional maupun mancanegara.
Puncak Cartenz atau Carstensz Pyramid memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian kelas dunia dan termasuk dalam daftar Seven Summits atau tujuh puncak tertinggi di tujuh benua.
Kawasan tersebut juga berada di dalam Taman Nasional Lorentz yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Keistimewaan itu menempatkan Cartenz bukan hanya sebagai kebanggaan Papua, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia yang memiliki nilai penting di mata dunia.
Keamanan dan Masa Depan Pariwisata
Kebangkitan pariwisata Cartenz tidak dapat dipisahkan dari persoalan keamanan. Wisatawan membutuhkan kepastian bahwa perjalanan mereka berlangsung dalam kondisi aman, sementara masyarakat lokal membutuhkan ruang untuk terlibat dan memperoleh manfaat dari geliat ekonomi yang lahir dari sektor pariwisata.
Pada saat yang sama, pengembangan kawasan tidak boleh mengorbankan alam. Keselamatan pendaki, kelestarian lingkungan pegunungan, serta penghormatan terhadap masyarakat adat harus menjadi bagian utama dalam setiap rencana pengembangan pariwisata Cartenz.
Dalam konteks itu, kehadiran Polda Papua Tengah di kawasan Cartenz memiliki makna strategis. Stabilitas keamanan dapat menjadi salah satu fondasi untuk membuka kembali akses pariwisata, sementara pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar kekayaan alam tersebut tidak hanya dinikmati hari ini, tetapi tetap terjaga untuk generasi berikutnya.
Upacara HUT ke-81 RI di Cartenz akhirnya menjadi lebih dari sebuah seremoni kenegaraan. Ia menjadi gambaran tentang bagaimana simbol kemerdekaan bertemu dengan lanskap alam Papua—tentang keamanan, harapan, dan keinginan untuk membawa kembali nama Papua Tengah ke panggung pariwisata dunia.
Dari ketinggian Cartenz, Merah Putih berkibar di antara batu, kabut, dan langit.
Sebuah pesan sederhana pun lahir dari sana: kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera di tanah air, tetapi juga tentang menjaga tanah itu agar keindahannya tetap hidup dan memberi masa depan bagi mereka yang mewarisinya.


















