Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
InternasionalNasionalPeristiwaPolkam

Dari Amerika, SBY Titip Pesan untuk Prabowo

7
×

Dari Amerika, SBY Titip Pesan untuk Prabowo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dari Rochester, Amerika Serikat, ribuan kilometer dari Jakarta, suara Susilo Bambang Yudhoyono tetap tertuju pada tanah air. Di tengah agenda pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, Presiden ke-6 RI itu menyampaikan pesan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: ambisi pembangunan harus dijaga dengan konsistensi agar harapan yang disampaikan kepada rakyat benar-benar menjelma menjadi kenyataan.

AMERIKA SERIKAT |LINTASTIMOR.ID— Tahun ini, SBY tidak berada di Istana Merdeka. Ia tidak hadir di tengah Sidang Tahunan maupun menyaksikan langsung pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Example 300x600

Dari Rochester, Amerika Serikat, SBY menyampaikan permintaan maaf karena untuk pertama kalinya tidak dapat mengikuti secara langsung momentum kenegaraan yang selama tahun-tahun sebelumnya ia hadiri.

“Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka, sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin,” kata SBY, dikutip dari tayangan YouTube Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketidakhadiran itu bukan karena menjauh dari dinamika negeri. SBY berada di Rochester untuk menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up di Mayo Clinic hingga akhir Agustus.

Ia berharap dapat kembali ke Indonesia pada September mendatang.

Namun, jarak tidak membuat perhatian SBY terhadap perjalanan pemerintahan terputus. Dari Amerika Serikat, ia tetap mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo dan mencermati arah pembangunan yang disampaikan pemerintah.

Dari pidato tersebut, SBY melihat adanya arah pembangunan yang menurutnya semakin terstruktur dan memberikan optimisme.

“Saya melihat bahwa arah, blueprint, dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya,” ujar SBY.

Target 6 Persen dan Jalan Panjang Pembangunan

Salah satu agenda yang menjadi perhatian SBY adalah target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.

Ia mengakui angka tersebut bukan sasaran yang ringan. Target itu tinggi dan ambisius, tetapi menurut SBY, ambisi tidak otomatis berarti mustahil.

“Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6 persen itu cukup tinggi, ambisius. Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan target ekonomi dalam perspektif yang lebih realistis: sebuah angka tidak cukup hanya dituliskan dalam dokumen pembangunan. Ia membutuhkan kerja, konsistensi kebijakan, kemampuan pemerintah membaca perubahan, serta keberanian untuk memastikan program berjalan sampai ke masyarakat.

Di sinilah pesan SBY kepada pemerintahan Prabowo menemukan titik tekanannya.

Ia tidak sekadar memberikan penilaian terhadap arah pembangunan, tetapi menitipkan harapan agar agenda yang telah disampaikan di hadapan rakyat benar-benar dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

“Yang penting do your best, pemimpin dan pemerintahan kita, agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik,” ujar SBY.

Analisis Kontekstual

Pesan SBY datang pada momentum ketika pemerintahan Prabowo memasuki fase penting untuk menerjemahkan visi dan target pembangunan menjadi kebijakan yang terukur. Target pertumbuhan ekonomi 6 persen, misalnya, bukan hanya persoalan optimisme, tetapi juga bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga daya beli masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat investasi, dan memastikan pembangunan memberi manfaat yang terasa di berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, dorongan SBY agar pemerintah do your best dapat dibaca sebagai pesan tentang konsistensi: semakin besar janji pembangunan yang disampaikan kepada rakyat, semakin besar pula tanggung jawab untuk membuktikannya.

Dari Rochester, SBY memang tidak berdiri di mimbar kenegaraan. Tetapi pesannya tetap kembali kepada pusat perhatian: Indonesia.

Ada jarak ribuan kilometer antara Amerika Serikat dan Jakarta. Namun bagi seorang mantan presiden, perhatian terhadap perjalanan bangsa tidak selalu membutuhkan kehadiran fisik di Istana.

Kadang, sebuah pesan cukup untuk menunjukkan bahwa dari kejauhan pun, seseorang masih menyimpan harapan yang sama—agar Indonesia yang direncanakan hari ini benar-benar menjadi Indonesia yang dirasakan rakyat esok hari.

Example 300250