Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

38 Putra- Putri Puncak Siap Mengawal Merah Putih

14
×

38 Putra- Putri Puncak Siap Mengawal Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ILAGA|LINTASTIMOR.ID — Minggu sore di Ilaga berjalan dalam suasana khidmat. Di Aula Negelar, 38 putra-putri terbaik Kabupaten Puncak berdiri dengan sikap tegap, mengenakan seragam kebanggaan, sebelum menerima amanah untuk mengibarkan Merah Putih pada hari kemerdekaan.

Sekitar pukul 15.00 WIT, Minggu (16/8/2026), Bupati Puncak Elvis Tabuni mengukuhkan 38 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Puncak. Mereka akan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Example 300x600

Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Puncak Nomor 400.14.1.1/103/2026 tentang Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Puncak Tahun 2026.

Di hadapan para anggota Paskibraka, Elvis tidak hanya menyampaikan ucapan selamat. Ia menitipkan sebuah pesan tentang tanggung jawab, disiplin, dan kecintaan kepada tanah air.

“Hari ini saya kukuhkan 38 anggota Paskibraka Kabupaten Puncak. Selamat menjalankan tugas dengan baik. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan rasa bangga sebagai putra-putri terbaik Puncak.”

bukan sekadar mengibarkan bendera

Bagi Elvis, tugas Paskibraka tidak berhenti ketika tangan mengangkat Sang Merah Putih atau ketika bendera diturunkan kembali setelah upacara selesai.

Di balik langkah kaki yang dilatih berulang kali, barisan yang harus tetap tegak, serta disiplin mengikuti aba-aba, terdapat proses pembentukan karakter generasi muda.

“Kalian sedang belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, persatuan, dan rasa cinta terhadap Tanah Air.”

Pesan itu menjadi penting bagi Kabupaten Puncak yang membutuhkan generasi muda yang mampu tumbuh dengan disiplin, terbuka menerima pembinaan, serta menghormati nasihat orang tua dan para pembina.

Elvis mengatakan, pengukuhan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa 38 anggota Paskibraka telah siap menjalankan tugas negara dalam momentum peringatan kemerdekaan di Kabupaten Puncak.

“Saya berharap upacara besok dapat dilaksanakan dengan baik dan membanggakan. Jaga kekompakan, kesehatan, dan konsentrasi sampai seluruh rangkaian tugas selesai.”

amanah yang lahir dari latihan

Di balik 38 anggota yang berdiri dalam barisan, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat.

Ada latihan fisik, pembentukan mental, kedisiplinan, koreksi gerakan, serta pembiasaan untuk bekerja dalam satu irama.

Karena itu, Elvis memberikan apresiasi kepada para pembina dan pelatih yang telah mendampingi para anggota Paskibraka selama menjalani proses seleksi dan pelatihan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para pembina dan pelatih yang dengan sabar mendidik anak-anak. Apa yang mereka capai hari ini tidak terlepas dari kerja keras dan kesabaran para pembina.”

Penghargaan serupa disampaikan kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada putra-putri mereka selama mengikuti seleksi hingga menjalani pelatihan.

merah putih dan wajah generasi puncak

Secara kontekstual, pengukuhan Paskibraka di Puncak memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar persiapan sebuah upacara. Ke-38 anggota Paskibraka menjadi representasi generasi muda daerah yang diberi ruang untuk belajar tentang tanggung jawab kebangsaan. Di tangan mereka, Merah Putih bukan hanya simbol negara yang dikibarkan selama beberapa menit, melainkan lambang persatuan yang harus dirawat melalui disiplin, kerja sama, dan penghormatan terhadap sesama.

Karena itu, Elvis meminta seluruh anggota Paskibraka menjaga kesehatan, kekompakan, serta konsentrasi menjelang pelaksanaan upacara.

“Selamat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan rasa bangga sebagai putra-putri terbaik Puncak.”

Senin pagi, ketika Merah Putih perlahan naik di tengah langit Ilaga, 38 anak muda itu akan berdiri di garis paling depan dalam sebuah upacara yang hanya berlangsung sesaat.

Namun bagi mereka, setiap langkah dan setiap gerakan akan menjadi bagian dari perjalanan panjang.

Sebab kemerdekaan tidak selalu diwariskan melalui kata-kata. Kadang ia dititipkan dalam langkah kaki anak-anak muda yang berdiri tegap, lalu mengangkat Merah Putih dengan keyakinan bahwa tanah air harus tetap dijaga—dari generasi ke generasi.

Example 300250