Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Pemkab Mimika Rangkul Tokoh dan Parpol Jaga Londusivitas Jelang HUT RI  ke- 81

11
×

Pemkab Mimika Rangkul Tokoh dan Parpol Jaga Londusivitas Jelang HUT RI  ke- 81

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merangkul tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, lembaga adat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, perempuan, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjaga Mimika tetap aman dan kondusif.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob dalam acara silaturahmi dan makan malam bersama Forkopimda, pimpinan TNI-Polri, lembaga adat, partai politik, organisasi kemasyarakatan, serta para tokoh masyarakat di Timika, Sabtu (15/8/2026) malam.

Example 300x600

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun di balik suasana tersebut, tersimpan pesan penting: Mimika membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang momentum nasional 17 Agustus.

Bupati Mimika: Pmerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Johannes Rettob menegaskan, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pemerintahan, pembangunan, serta kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan para tokoh dan pimpinan organisasi yang memiliki pengaruh serta jaringan di tengah masyarakat.

“Melihat situasi yang ada saat ini, kami berharap kita semua yang hadir di sini, selaku ketua organisasi, ketua paguyuban, pengurus partai politik, organisasi kemasyarakatan, serta Bapak-Ibu sekalian yang memiliki massa dan pengaruh di masyarakat, kiranya dapat membantu pemerintah daerah.”

Menurut Johannes, berbagai dinamika yang berkembang belakangan ini, termasuk kegiatan unjuk rasa dan pawai, perlu disikapi secara dewasa dan proporsional.

Komunikasi dan koordinasi dinilai menjadi kunci agar setiap perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu keamanan daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkoordinasi untuk bersama-sama membangun daerah sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.”

Tokoh Masyarakat Menjadi Kekuatan Sosial

Bagi Johannes, silaturahmi tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah dengan kelompok-kelompok yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Melalui komunikasi semacam itu, aspirasi, persoalan, maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.

Apalagi, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tinggal dua hari lagi. Pemerintah berharap momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap keamanan daerah.

“Momentum kemerdekaan harus kita sambut bersama dengan suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan.”

Wakil Bupati: Tokoh Adalah Jembatan Pemerintah dan Rakyat

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengatakan, kepemimpinan mereka telah memasuki tahun kedua. Masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian secara bersama-sama.

Menurut Emanuel, komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan.

Para tokoh dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi yang benar sekaligus meredam potensi kesalahpahaman.

“Kita datang dari berbagai latar belakang budaya, adat, dan lain sebagainya. Momen ini menghadirkan para tokoh untuk menjadi jembatan serta menyampaikan informasi yang tepat kepada warga masyarakat melalui ikatan kerukunan dan wadah masing-masing.”

Emanuel menilai keberagaman Mimika merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Perbedaan suku, agama, adat, organisasi maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

Sebaliknya, keberagaman harus menjadi modal sosial untuk membangun komunikasi dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama-sama.

“Tidak semua persoalan bisa diselesaikan oleh satu pihak. Kita perlu terbuka, duduk bersama dan mencari solusi yang bisa diterima serta dilaksanakan bersama.”

Kemerdekaan Dirayakan Dengan Rasa Persaudaraan

Silaturahmi pemerintah bersama Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat tersebut pada akhirnya menjadi pesan bersama bahwa menjaga Mimika bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Di tengah keberagaman masyarakat Mimika, persatuan menjadi modal penting untuk memastikan roda pemerintahan, pembangunan dan kehidupan sosial terus berjalan dalam suasana aman.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi titik temu seluruh elemen masyarakat untuk menanggalkan perbedaan dan memperkuat rasa sebagai satu bangsa.

Merah Putih tidak hanya dikibarkan di tiang-tiang upacara, tetapi juga dihidupkan melalui sikap saling menghormati, menjaga ketertiban dan merawat persaudaraan.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi juga tentang menjaga masa depan bersama. Mimika harus tetap aman, damai, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat.”

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat mengajak warga menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan penuh sukacita, namun tetap mengedepankan keamanan, ketertiban, persatuan dan persaudaraan.

Dari Mimika untuk Indonesia: berbeda dalam latar belakang, tetapi tetap satu dalam menjaga kedamaian.

Example 300250