MAPPI |LINTASTIMOR.ID– Malam seharusnya menjadi ruang bagi warga untuk bersantai, bercengkerama dan menikmati hiburan. Namun di tengah keramaian pasar malam dan panggung hiburan di Kabupaten Mappi, aparat justru menemukan sisi lain yang perlu diwaspadai: puluhan senjata tajam dibawa masuk oleh pengunjung.
Temuan itu terungkap dalam razia senjata tajam yang dilakukan personel gabungan Polres Mappi dan Satpol PP Pemda Mappi sebagai bagian dari pengamanan pasar malam, Selasa (11/8/2026).
Pengamanan digelar di sejumlah titik, mulai dari pintu masuk hingga area sekitar lokasi kegiatan. Personel tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melakukan patroli dan pengawasan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati hiburan dalam suasana tertib dan kondusif.
Di pintu masuk, setiap pengunjung diperiksa. Barang bawaan menjadi perhatian utama untuk memastikan tidak ada senjata tajam maupun benda berbahaya yang dibawa ke dalam kawasan pasar malam.
Kabag Log Polres Mappi Iptu Hendrik Mendaun selaku pengendali lapangan pengamanan mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat dihentikan sebelum berkembang menjadi tindak kriminal.
“Kegiatan swiping sajam merupakan langkah preventif yang dilakukan guna mencegah terjadinya tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas selama berlangsungnya pasar malam dan panggung hiburan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan dengan tenang,” ujar Hendrik.
Hasilnya tidak kecil. Selama kurang lebih lima hari sejak pasar malam dibuka hingga Selasa (11/8/2026), petugas telah mengamankan puluhan senjata tajam dari berbagai jenis, mulai dari parang, pisau, ketapel hingga kapak.
Temuan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena keramaian yang semestinya menjadi ruang hiburan dapat berubah menjadi titik rawan apabila benda-benda berbahaya dibawa tanpa pengawasan.
Hendrik mengatakan, setiap pengunjung yang kedapatan membawa senjata tajam langsung diberikan teguran keras dan didata. Sementara senjata tajam yang ditemukan diamankan oleh petugas.
“Setiap pengunjung yang kedapatan langsung kami berikan teguran keras dan kami datakan, sedangkan untuk sajam yang dibawa kami amankan,” ucapnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengamanan pasar malam tidak hanya berorientasi pada penjagaan fisik lokasi. Pemeriksaan sejak pintu masuk menjadi bagian dari strategi preventif untuk mempersempit ruang terjadinya gangguan keamanan di tengah kerumunan masyarakat.
Dalam konteks keramaian publik, kehadiran aparat bukan sekadar untuk bertindak ketika persoalan muncul. Pemeriksaan, patroli dan komunikasi dengan warga menjadi mata rantai pencegahan agar hiburan tetap menjadi hiburan, bukan berubah menjadi ruang bagi kekerasan.
Polres Mappi bersama Satpol PP Pemda Mappi pun mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban dan bekerja sama dengan petugas selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Masyarakat juga diharapkan tidak membawa senjata tajam maupun benda berbahaya lainnya ketika menghadiri pasar malam dan panggung hiburan.
Sebab, di tengah cahaya lampu pasar malam dan riuh warga yang datang mencari hiburan, rasa aman tidak lahir dengan sendirinya. Ia dijaga bersama—oleh petugas yang berjaga, dan oleh masyarakat yang memilih untuk datang tanpa membawa ancaman.
















