ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Pagi di ruang kerja Bupati Belu itu tidak hanya menghadirkan sebuah audiensi. Di balik pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Belu, Yayasan Cartintes Atambua, dan Alana Kaye College Australia, terselip ikhtiar panjang untuk mengubah arah masa depan generasi muda di wilayah perbatasan.
Sebuah jalan mulai dibuka—bukan hanya menuju ruang kelas, melainkan menuju panggung kerja internasional yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, saat menerima audiensi Yayasan Cartintes Atambua bersama Alana Kaye College Australia di Ruang Kerja Bupati Belu, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi pendidikan yang diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama akan dipercayakan kepada SMK Cartintes sebagai representasi seluruh sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Belu.
Keputusan tersebut diambil agar proses kolaborasi dapat segera berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para lulusan SMK.
Pengalaman kunjungan kerja ke Darwin, Australia, memberi keyakinan baru bagi Pemerintah Kabupaten Belu. Di sana, terbuka peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga terampil. Namun, peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki kemampuan bahasa Inggris serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
“Melalui kerja sama ini kita ingin membekali para lulusan dengan kemampuan bahasa dan keterampilan yang dibutuhkan sehingga mereka memiliki daya saing untuk menembus pasar kerja internasional,” ujar Willybrodus Lay.
Bupati menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan titik awal untuk mempersiapkan generasi muda Belu menghadapi persaingan global. Kesempatan yang tersedia harus dibarengi kesiapan kompetensi agar peluang benar-benar dapat dimanfaatkan secara profesional.
“Terdapat sekitar 326 lowongan kerja yang bisa diikuti proses seleksinya. Namun peluang itu hanya dapat dimanfaatkan apabila kita memiliki kemampuan yang memadai. Kerja sama ini bukan jaminan langsung untuk bekerja, tetapi menjadi pintu masuk bagi anak-anak Belu untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global,” jelasnya.
Lebih jauh, Bupati mengungkapkan harapan yang lahir dari keyakinan bahwa anak-anak Belu mampu berdiri sejajar dengan tenaga kerja dunia apabila diberi kesempatan dan bekal yang tepat.
“Saya ingin suatu saat ketika berkunjung ke Australia, Jepang, atau Jerman, kita bertemu anak-anak Belu yang telah bekerja di sana dan menjadi kebanggaan daerah. Itulah cita-cita yang ingin kita wujudkan bersama,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Yayasan Cartintes Atambua dan Alana Kaye College Australia akan difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris, peningkatan kompetensi, serta pengembangan keterampilan sesuai kebutuhan industri global. Seluruh program direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Belu sehingga peserta dapat memperoleh pembinaan tanpa harus meninggalkan daerah sejak tahap awal.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara, langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Belu menunjukkan perubahan paradigma pembangunan daerah. Investasi pada sumber daya manusia kini ditempatkan sebagai fondasi utama, bukan sekadar menyiapkan lulusan sekolah, melainkan membangun generasi yang mampu bersaing melampaui batas geografis, membawa identitas daerah ke ruang-ruang profesional dunia, sekaligus memperkuat daya saing Belu di tingkat internasional.
Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Belu dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap memanfaatkan peluang kerja global, sejalan dengan visi mewujudkan Belu yang Berkualitas, Mandiri, Harmonis, Demokratis, dan Berbudaya.
Di beranda negeri perbatasan, harapan itu kini mulai menemukan jalannya. Sebab setiap kesempatan yang dibuka melalui pendidikan bukan hanya menghadirkan peluang pekerjaan, melainkan juga menghadirkan masa depan—ketika putra-putri Belu kelak mengharumkan nama daerah di berbagai penjuru dunia dengan kemampuan, integritas, dan karya mereka sendiri.


















