Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MimikaNasionalOtomotifPeristiwaPolkamTeknologi

CCTV Diperkuat, Mimika Mempersempit Ruang Kejahatan

14
×

CCTV Diperkuat, Mimika Mempersempit Ruang Kejahatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID] — Di sepanjang ruas jalan yang tak pernah benar-benar tidur, kamera-kamera kecil dapat menjadi mata yang tak mengenal lelah. Ia merekam gerak kendaraan, langkah orang-orang yang datang dan pergi, hingga detik-detik ketika sebuah kejahatan mungkin terjadi. Di tengah dinamika kehidupan Mimika, rekaman itu bisa menjadi jejak penting yang membantu polisi menemukan kembali potongan cerita yang sempat hilang.

Karena itu, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengimbau para pemilik toko, pelaku usaha, dan masyarakat yang memiliki bangunan di sepanjang ruas jalan untuk melengkapi tempat usaha maupun lingkungan mereka dengan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV).

Example 300x600

Menurut Alredo, keberadaan CCTV memiliki peran penting dalam memperkuat keamanan lingkungan sekaligus mendukung kepolisian dalam mengungkap berbagai tindak kriminal. Rekaman kamera pengawas tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau, tetapi juga dapat menjadi petunjuk awal yang membantu penyidik mengurai kronologi kejadian hingga mengidentifikasi pelaku.

“Saya mengimbau para pemilik usaha maupun masyarakat untuk mulai melengkapi tempat usahanya dengan CCTV. Fasilitas ini sangat membantu aparat dalam mengungkap setiap tindak pidana dan pada saat yang sama dapat meningkatkan rasa aman di lingkungan sekitar,” kata Alredo kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah kasus kriminal yang berhasil diungkap Polres Mimika dalam waktu singkat tidak terlepas dari dukungan rekaman CCTV. Bagi penyidik, gambar yang terekam kamera dapat menjadi pintu masuk untuk menelusuri jejak pelaku dan mempersempit ruang pencarian.

“Rekaman CCTV sering menjadi kunci untuk mengetahui kronologi kejadian, mengenali pelaku, hingga mempercepat proses penangkapan. Karena itu, kami berharap penggunaannya semakin luas di Mimika,” ujarnya.

Dalam konteks keamanan perkotaan, imbauan tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan kejahatan tidak lagi hanya bergantung pada kehadiran aparat di lapangan. Teknologi pengawasan dapat menjadi bagian dari sistem keamanan bersama ketika digunakan secara bertanggung jawab. Semakin banyak titik strategis yang memiliki CCTV, semakin luas pula jejak visual yang dapat membantu aparat mengungkap peristiwa kriminal. Namun, efektivitasnya tetap membutuhkan pengelolaan rekaman yang baik, kesadaran masyarakat, serta koordinasi dengan kepolisian ketika terjadi tindak pidana.

Selain membantu proses penegakan hukum, Alredo menilai pemasangan CCTV juga memiliki fungsi preventif. Keberadaan kamera di suatu lokasi diharapkan dapat membuat pelaku kejahatan berpikir ulang sebelum melakukan aksinya.

Dalam ruang publik yang semakin dinamis, kamera pengawas menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keamanan. Ia mungkin tidak dapat menghentikan setiap kejahatan, tetapi dapat meninggalkan rekaman yang kelak menjadi saksi ketika sebuah peristiwa harus dijelaskan di hadapan hukum.

“Menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian. Dukungan masyarakat melalui pemasangan CCTV akan sangat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan kondusif bagi semua,” tutupnya.

Pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang siapa yang berjaga, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat ikut menjaga ruang hidup bersama. Sebab ketika sebuah kamera merekam sudut jalan yang sunyi, yang sesungguhnya sedang dijaga bukan sekadar sebuah bangunan atau tempat usaha, melainkan rasa aman—hak sederhana setiap orang untuk pulang ke rumah tanpa membawa ketakutan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe