Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalOtomotifPeristiwa

Polda Papua Tengah Sikat 3C, Kejahatan Diburu hingga ke Titik Rawan

16
×

Polda Papua Tengah Sikat 3C, Kejahatan Diburu hingga ke Titik Rawan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NABIRE |LINTASTIMOR.ID— Malam belum sepenuhnya kehilangan gelap ketika kewaspadaan mulai dinyalakan di sejumlah sudut Nabire dan Mimika. Di antara riuh pusat keramaian, deretan pertokoan, pasar, terminal, hingga ruas jalan yang minim penerangan, aparat kepolisian bergerak membawa satu pesan yang tegas: kejahatan tidak boleh menemukan ruang untuk tumbuh.

Pesan itu datang melalui Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Noken 2026, operasi yang secara resmi digelar Polda Papua Tengah mulai Rabu (22/7/2026), bersama Polres Nabire dan Polres Mimika. Sasaran utamanya adalah kejahatan konvensional, terutama 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Example 300x600

Operasi tersebut mengedepankan penegakan hukum yang diperkuat dengan deteksi intelijen, langkah preventif, serta bantuan operasi. Bagi kepolisian, upaya memberantas kriminalitas tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku setelah kejahatan terjadi. Pencegahan harus hadir lebih dahulu, menyentuh ruang-ruang yang selama ini dianggap rawan, sebelum rasa takut sempat tumbuh di tengah masyarakat.

Kaopsda Operasi Sikat Noken 2026, Kombes Pol. Adi Tri Widiyanto, mengatakan operasi itu merupakan bentuk komitmen Polda Papua Tengah untuk menekan angka kejahatan konvensional, terutama tindak pidana 3C yang dinilai meresahkan masyarakat.

“Operasi Sikat Noken kami gelar sebagai bentuk komitmen Polda Papua Tengah dalam menekan angka kejahatan konvensional, khususnya 3C. Kabupaten Mimika dan Nabire menjadi fokus operasi karena kedua wilayah ini mencatat laporan kasus 3C yang relatif tinggi dibanding wilayah lainnya. Kami ingin memastikan para pelaku kejahatan ditindak tegas sesuai hukum sehingga memberikan efek jera sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.”

Pernyataan itu disampaikan Kombes Adi, Kamis (23/7/2026). Ia juga menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah.

Operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan yang selama ini mengusik rasa aman masyarakat, mulai dari aksi kekerasan, begal, curas, curat, curanmor, hingga tindak kriminal lainnya.

Namun, Sikat Noken tidak semata-mata berbicara tentang penindakan. Di balik langkah hukum yang tegas, kepolisian juga menempatkan pencegahan sebagai bagian penting dari operasi. Patroli ditingkatkan, deteksi dini diperkuat, sementara personel disebar di sejumlah titik yang dianggap rawan kriminalitas.

“Selain penegakan hukum, kami juga meningkatkan patroli preventif dan deteksi dini di lokasi-lokasi yang rawan tindak kriminal. Personel akan hadir di pusat keramaian, kawasan pertokoan, terminal, pasar hingga ruas jalan yang minim penerangan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu mencegah niat pelaku melakukan kejahatan sebelum aksi itu terjadi.”

Ada pesan yang lebih dalam dari kehadiran polisi di ruang-ruang publik tersebut. Keamanan bukan sekadar perkara menangkap mereka yang melanggar hukum, melainkan juga tentang menciptakan rasa tenteram sebelum masyarakat terpaksa berhadapan dengan kejahatan. Di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah serta Kabupaten Mimika, penguatan keamanan menjadi bagian penting untuk menjaga ruang publik tetap hidup dan produktif.

Kombes Adi menegaskan, tujuan utama operasi adalah memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, terutama di Nabire dan Mimika.

“Kami ingin masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu kami mengimbau masyarakat tetap waspada, ikut menjaga lingkungan, dan segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan.”

Dalam pelaksanaannya, Operasi Sikat Noken 2026 melibatkan personel dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, fungsi Lalu Lintas, Satuan Brimob, serta satuan tugas lainnya yang tergabung dalam operasi.

Sinergi lintas fungsi tersebut menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk menghadirkan operasi yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang lebih kuat. Sebab, keberhasilan operasi bukan semata diukur dari berapa banyak pelaku yang berhasil ditangkap, melainkan juga dari seberapa jauh masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari tanpa dibayangi rasa cemas terhadap ancaman kriminalitas.

Melalui Operasi Sikat Noken 2026, Polda Papua Tengah berharap angka kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, dapat ditekan secara signifikan sehingga situasi keamanan di Nabire dan Mimika tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Pada akhirnya, di antara jalan-jalan yang diterangi lampu dan lorong-lorong yang masih menyimpan bayang-bayang malam, keamanan selalu memiliki makna yang sederhana: sebuah keluarga dapat pulang tanpa takut, seorang pedagang dapat menutup tokonya dengan tenang, dan setiap warga dapat berjalan di tanahnya sendiri dengan keyakinan bahwa negara tidak pernah benar-benar jauh dari mereka.

Example 300250