Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwaTeknologi

Menyatukan Denyut Data dari Pesisir Hingga Pegunungan, Mimika Mempercepat Lompatan Digital

16
×

Menyatukan Denyut Data dari Pesisir Hingga Pegunungan, Mimika Mempercepat Lompatan Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID – Di tengah bentangan tanah Mimika yang luas, dari kawasan pesisir yang berhadapan dengan Laut Arafura hingga distrik-distrik di kaki pegunungan, pemerintah daerah sedang menenun sebuah jaringan baru yang tak kasatmata: jaringan data, informasi, dan pelayanan digital yang diharapkan mampu mempersingkat jarak antara negara dan warganya.

Transformasi itu kini dipacu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika dengan menempatkan integrasi data seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai prioritas utama. Sebuah langkah yang bukan hanya urusan teknologi, melainkan upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih presisi di tengah tantangan geografis Papua.

Example 300x600

Kepala Diskominfo Mimika, Yan Selamat Purba, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sistem Satu Data sebagai pusat integrasi informasi bagi seluruh perangkat daerah.

“Melalui sistem ini, seluruh OPD akan menggunakan satu basis data yang sama sehingga penyusunan program dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ujar Yan Selamat Purba di Timika, Rabu (22/7/2026).

Bagi Mimika, data bukan lagi sekadar angka yang tersimpan di meja birokrasi. Ia menjadi fondasi bagi setiap keputusan pembangunan, penentuan prioritas anggaran, hingga penyusunan program pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Di saat yang sama, pemerintah daerah juga menyadari bahwa era digital membawa tantangan baru berupa ancaman keamanan siber. Karena itu, Diskominfo melakukan evaluasi dan audit terhadap seluruh aplikasi yang digunakan OPD guna memastikan sistem pemerintahan elektronik berjalan dengan aman dan andal.

Penguatan keamanan informasi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Aplikasi yang belum memenuhi standar keamanan akan disempurnakan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Transformasi digital tidak cukup hanya membangun aplikasi. Keamanan data pemerintah dan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama agar sistem yang dibangun benar-benar dapat dipercaya,” kata Yan.

Selain memperkuat sistem dan keamanan data, Diskominfo juga terus membenahi infrastruktur digital dengan menyiapkan pusat data, server, jaringan komunikasi, serta sistem pengamanan data yang terintegrasi.

Tahun ini, pemerintah juga merencanakan pembangunan jaringan komunikasi di Distrik Amar, Distrik Mimika Barat Tengah, dan Distrik Tembagapura. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap layanan pemerintahan berbasis elektronik, terutama bagi wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas.

Secara kontekstual, langkah Mimika sejalan dengan agenda nasional percepatan transformasi digital dan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Di wilayah dengan karakter geografis yang kompleks seperti Papua Tengah, integrasi data dan pemerataan infrastruktur digital menjadi faktor krusial untuk mengurangi kesenjangan pelayanan publik, meningkatkan efektivitas pembangunan, sekaligus memastikan setiap kebijakan lahir dari data yang akurat dan terpadu.

Di balik deretan server, kabel jaringan, dan sistem keamanan siber, sesungguhnya yang sedang dibangun adalah jembatan baru antara pemerintah dan masyarakatnya. Sebab di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada jarak, kemampuan menyatukan data berarti pula kemampuan menghadirkan negara secara lebih dekat, lebih responsif, dan lebih manusiawi bagi setiap warga Mimika.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe