Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot Amerika yang Dibunuh TPNPB-OPM: “Keselamatan Rakyat Tetap Menjadi Hukum Tertinggi”

64
×

TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot Amerika yang Dibunuh TPNPB-OPM: “Keselamatan Rakyat Tetap Menjadi Hukum Tertinggi”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID– Di balik kabut pegunungan Papua yang masih menyisakan duka, misi kemanusiaan akhirnya mencapai titik terang. Setelah memastikan situasi keamanan kembali terkendali, prajurit TNI di bawah kendali Kogabwilhan III berhasil mengevakuasi jenazah pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin, yang tewas akibat serangan bersenjata TPNPB-OPM di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Keberhasilan evakuasi itu menjadi penutup dari operasi yang tidak hanya mengedepankan aspek militer, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta menghormati harapan keluarga korban, baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat.

Example 300x600

Dalam keterangan resminya, TNI menegaskan bahwa fokus utama operasi sejak awal adalah menyelamatkan korban serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.

“Mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan serta keinginan keluarga besar Captain Nicholas, baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat, TNI saat ini fokus dan berhasil mengevakuasi jenazah Pilot Pesawat asal Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin,” demikian disampaikan dalam pernyataan resmi TNI.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 06.50 WIT. Pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA yang diterbangkan Captain Nicholas lepas landas dari Wamena pukul 06.30 WIT dan mendarat di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, sekitar pukul 06.46 WIT.

Namun, sesaat setelah mendarat, pesawat tersebut diserang oleh kelompok TPNPB-OPM Kodap Yahukimo yang disebut dipimpin Elkius Kobak. Dalam serangan itu, Captain Nicholas meninggal dunia.

TNI menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya pilot asal Amerika Serikat tersebut yang dinilai menjadi korban aksi kekerasan yang melampaui batas-batas kemanusiaan.

Operasi evakuasi baru dapat dilaksanakan setelah pasukan TNI memastikan kondisi wilayah kembali kondusif. Pada Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 08.00 WIT, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit TNI AD Timika untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga dan pihak PT AMA.

Selain mengevakuasi jenazah, TNI juga memastikan keselamatan tujuh penumpang pesawat, yakni Eston Sibolim, Kwenang Sobolim, Tonu Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso, yang sebelumnya diamankan oleh masyarakat setempat.

TNI secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para ketua adat, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan seluruh warga yang membantu menjaga keamanan para penumpang serta mendukung proses evakuasi hingga berjalan lancar.

“Syukur Alhamdulillah, jenazah sudah berhasil dievakuasi oleh pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III. Saat ini sedang dilakukan pemulasaraan di Rumah Sakit TNI AD Timika sebelum diserahkan kepada keluarga dan pihak AMA,” ujar TNI.

Dalam pernyataannya, TNI juga mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut. Berbagai tindakan seperti intimidasi, pembakaran fasilitas umum, perampokan, hingga pembunuhan disebut sebagai bentuk kekerasan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan, adat, agama, dan ketuhanan.

TNI kembali mengimbau seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan aksi kekerasan, meletakkan senjata, dan kembali bergabung dalam kehidupan bermasyarakat di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di sisi lain, TNI menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berpedoman pada hukum dan Rules of Engagement (ROE) sehingga tindakan yang dilakukan berlangsung secara terukur, profesional, dan tetap menghormati hak asasi manusia.

“TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika menghadapi situasi mendesak. Prinsip salus populi suprema lex esto—keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi—senantiasa menjadi pedoman utama kami,” tegas TNI.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa persoalan keamanan di Papua tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap ruang hidup masyarakat, aktivitas pelayanan publik, hingga keberlangsungan pembangunan di wilayah paling timur Indonesia. Stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting agar berbagai program pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan tanpa dibayangi ancaman kekerasan.

Menutup pernyataannya, TNI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga Papua dengan semangat persaudaraan, gotong royong, dan kasih, seraya menegaskan bahwa Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

Sebab di tanah yang kaya akan harapan itu, kedamaian bukan sekadar cita-cita, melainkan syarat utama agar setiap anak Papua dapat menatap masa depan tanpa lagi dihantui suara tembakan, melainkan disambut oleh gema kehidupan yang bermartabat.

Example 300250