Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalInternasionalNasionalPeristiwaPolkam

TPNPB Klaim Tembak Pilot Amerika dan Bakar Pesawat di Yahukimo, Desak Perundingan Internasional

120
×

TPNPB Klaim Tembak Pilot Amerika dan Bakar Pesawat di Yahukimo, Desak Perundingan Internasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YAHUKIMO | LINTASTIMOR.ID – Langit pegunungan Yahukimo kembali diselimuti kabar duka dan ketegangan. Di sebuah wilayah terpencil bernama Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, suara yang seharusnya menghubungkan daerah pedalaman dengan dunia luar berubah menjadi dentuman senjata. Sebuah pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dilaporkan ditembak dan dibakar, sementara seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, menjadi korban dalam insiden yang kembali menegaskan rapuhnya keamanan penerbangan sipil di wilayah konflik Papua.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Klaim itu disampaikan melalui siaran pers juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Kamis (2/7/2026) malam.

Example 300x600

Menurut Sebby, aksi penembakan dan pembakaran pesawat dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo di bawah Kompi Bakusip. Mereka menyatakan tindakan itu dilakukan karena pesawat tersebut dianggap melanggar ultimatum yang sebelumnya telah dikeluarkan kelompok itu terkait larangan seluruh penerbangan sipil memasuki wilayah yang mereka sebut sebagai daerah operasi.

“Pembakaran tersebut kami lakukan karena melanggar ultimatum TPNPB bahwa seluruh wilayah operasi TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua dengan tegas melarang aktivitas penerbangan,” ujar Sebby Sambom dalam siaran persnya.

TPNPB menuding sejumlah penerbangan sipil selama ini digunakan untuk mengangkut personel maupun logistik militer Indonesia menuju wilayah pedalaman Papua yang menjadi lokasi operasi keamanan. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

“Karena pesawat-pesawat sipil selalu melakukan pendoropan pasukan dan logistik militer Indonesia di pedalaman Papua untuk melakukan operasi militer yang telah menewaskan banyak warga sipil orang asli Papua,” lanjut Sebby.

Dalam pernyataan yang sama, Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang disebut bernama Elkius Kobak diklaim memerintahkan penembakan terhadap pesawat tersebut karena tetap memasuki wilayah yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona larangan terbang oleh kelompok bersenjata itu.

Tak hanya mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, TPNPB juga kembali menyuarakan tuntutan politiknya. Kelompok itu meminta Presiden Prabowo Subianto membuka ruang perundingan internasional sebagai jalan penyelesaian konflik Papua.

“Presiden Prabowo harus membuka ruang perundingan internasional dalam penyelesaian akar konflik di Papua yang terjadi selama 64 tahun,” kata Sebby.

TPNPB juga menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memfasilitasi dialog antara Pemerintah Indonesia, TPNPB, dan perwakilan masyarakat Papua. Selain itu, kelompok tersebut kembali mengeluarkan ancaman akan melakukan serangan terhadap pesawat sipil lain yang mereka anggap mendukung operasi militer Indonesia apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi. Pernyataan itu merupakan bagian dari sikap politik yang mereka sampaikan dalam siaran pers tersebut.

Menurut versi TPNPB, insiden bermula ketika pasukan mereka sedang bergerak menuju markas di wilayah Yahukimo dan melihat sebuah pesawat mendarat di Kampung Balinggama. Pesawat itu kemudian diklaim ditembak dan dibakar karena dianggap melanggar ultimatum yang telah mereka keluarkan sebelumnya.

Di sisi lain, aparat keamanan Indonesia telah mengonfirmasi terjadinya insiden tersebut. Namun, hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung karena lokasi kejadian berada di kawasan pegunungan yang sangat terpencil dan sulit dijangkau. Tim gabungan dijadwalkan menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus memastikan kronologi secara utuh.

Berdasarkan informasi awal dari otoritas, pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) itu terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa pilot dan sejumlah penumpang sebelum insiden terjadi. Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah maupun aparat penegak hukum belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai motif maupun pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan.

Secara kontekstual, insiden ini kembali memperlihatkan kompleksitas konflik bersenjata di Papua yang tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga mengancam jalur transportasi udara yang selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat di wilayah pegunungan. Di daerah yang akses jalannya sangat terbatas, penerbangan sipil memiliki peran vital dalam menghubungkan pelayanan kesehatan, pendidikan, logistik, hingga mobilitas warga. Karena itu, setiap serangan terhadap penerbangan sipil berpotensi memperluas dampak kemanusiaan di luar dimensi konflik itu sendiri.

Media ini memuat pernyataan TPNPB sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Seluruh tuduhan, alasan, maupun klaim yang disampaikan kelompok tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan masih menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

Di tengah kabut pegunungan Papua, setiap letusan senjata bukan hanya menyisakan jejak kekerasan, tetapi juga menghadirkan pertanyaan yang belum terjawab: sampai kapan ruang kemanusiaan harus menjadi korban dari konflik yang tak kunjung menemukan titik damai.

Example 300250