Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Siram Kembang dan Tanda Jasa: Hari Ketika 52 Personel Polres Belu Naik Setingkat

51
×

Siram Kembang dan Tanda Jasa: Hari Ketika 52 Personel Polres Belu Naik Setingkat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID-Pagi di lapangan apel Mapolres Belu, Selasa (30/6/2026), berjalan dengan ritme yang berbeda.

Tidak ada bunyi sirene. Tidak ada pengerahan pasukan. Yang terdengar hanya aba-aba upacara, langkah sepatu yang teratur, dan sesekali tepuk tangan yang pecah dari barisan keluarga yang menyaksikan dari kejauhan.

Example 300x600

Sehari menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, Kepolisian Resor Belu menggelar upacara korps raport kenaikan pangkat bagi personel Polres Belu dan Brimob Kompi 1 Yon A Pelopor Belu. Sebanyak 52 anggota menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi—34 personel dari Polres Belu dan 18 personel dari Brimob.

Bagi institusi, ini adalah agenda rutin. Tetapi bagi para penerima dan keluarga mereka, hari itu menyimpan arti yang lebih panjang dari sekadar perubahan tanda pangkat di pundak.

Upacara dipimpin langsung Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K. Di sisi lapangan berdiri jajaran perwira, para kepala satuan, para kapolsek, pengurus Bhayangkari, serta keluarga yang ikut menyaksikan satu fase perjalanan dinas anggota Polri.

Perwira yang pagi itu menerima kenaikan, bintara yang naik satu tingkat, hingga anggota yang baru meninggalkan jenjang tamtama, berdiri dalam formasi yang sama. Namun masing-masing membawa cerita yang berbeda—tahun-tahun bertugas, pergantian penempatan, jam kerja yang panjang, hingga waktu keluarga yang sering harus dikorbankan.

Dalam amanatnya, Kapolres Belu mengingatkan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hadiah yang datang sendiri.

Menurutnya, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi yang diberikan dengan mempertimbangkan kondisi personel, prestasi kerja, integritas, dan dedikasi terhadap organisasi.

Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan atas capaian ini tidak berhenti pada anggota yang menerima, tetapi menjadi kebanggaan keluarga yang selama ini ikut menjalani konsekuensi profesi kepolisian.

Di hadapan peserta upacara, Kapolres mengingatkan bahwa tanda pangkat baru tidak boleh menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi, melainkan momentum untuk menilai kembali kapasitas diri dan kesiapan menghadapi tugas yang terus berubah.

Sebab tantangan kepolisian hari ini bergerak jauh lebih cepat dibanding masa lalu—kejahatan semakin modern, pola gangguan keamanan semakin kompleks, sementara tuntutan masyarakat terhadap profesionalitas aparat terus meningkat.

Karena itu, kenaikan pangkat sesungguhnya tidak hanya menambah kewenangan, tetapi juga memperbesar ukuran tanggung jawab.

Dari total 52 personel yang naik pangkat terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026, personel Polres Belu terdiri dari dua personel IPTU ke AKP, sebelas personel AIPDA ke AIPTU, lima belas personel BRIPKA ke AIPDA, satu personel BRIGPOL ke BRIPKA, satu personel BRIPTU ke BRIGPOL, dan empat personel BRIPDA ke BRIPTU.

Sementara dari Brimob Kompi 1 Yon A Pelopor Belu, kenaikan pangkat diberikan kepada satu personel AKP ke KOMPOL, satu personel AIPDA ke AIPTU, sepuluh personel BRIPKA ke AIPDA, satu personel BRIGPOL ke BRIPKA, satu personel BHARAKA ke ABRIPDA, serta empat personel BHARADA ke BHARATU.

Setelah seluruh rangkaian selesai, lapangan apel yang sejak pagi dipenuhi barisan formal perlahan berubah suasana.

Prosesi siram kembang dimulai.

Satu per satu anggota yang naik pangkat menerima ucapan selamat. Ada senyum yang ditahan. Ada tawa kecil. Ada keluarga yang mengabadikan momen dengan telepon genggam. Dan ada pula wajah-wajah yang tampak lebih tenang daripada bahagia—seolah memahami bahwa di balik pangkat yang bertambah, ada amanah yang ikut melekat.

Hari Bhayangkara memang selalu identik dengan perayaan.

Tetapi di lapangan itu, sehari sebelum peringatan dimulai, makna yang terasa justru lebih sederhana: bahwa dalam dunia kepolisian, kenaikan pangkat bukan tentang menjadi lebih tinggi dari orang lain, melainkan tentang kesiapan untuk memikul lebih banyak daripada sebelumnya.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe