Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Musda KNPI Mimika 2026 : Saat Pemuda  Dipanggil  Menyatuhkan Langit Yang Berbeda

62
×

Musda KNPI Mimika 2026 : Saat Pemuda  Dipanggil  Menyatuhkan Langit Yang Berbeda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA| LINTASTIMOR.ID — Di sebuah pagi yang membawa harapan dan denyut baru bagi masa depan kepemudaan, ruang pertemuan Hotel Cartenz Timika berubah menjadi lebih dari sekadar arena musyawarah. Ia menjelma ruang temu gagasan, tempat suara-suara muda dipertautkan dalam satu pertanyaan besar: ke mana arah Mimika akan dibawa oleh generasi berikutnya.

Senin (29/6/2026), Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi membuka Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika Tahun 2026. Forum ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi momentum untuk merawat persatuan di tengah keberagaman dan menata ulang energi kepemudaan agar bergerak seirama dengan pembangunan daerah.

Example 300x600

Mewakili Bupati Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hery Onawame, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jajaran KNPI yang telah menyiapkan forum tersebut. Baginya, Rapimpurda dan Musda adalah ruang evaluasi sekaligus titik berangkat baru bagi organisasi.

Dengan nada yang menegaskan arah, Hery mengingatkan bahwa forum ini harus melahirkan kepemimpinan yang tidak sekadar terpilih, tetapi mampu menyatukan.

“Musda harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan melahirkan pemimpin yang memiliki komitmen membangun organisasi serta mampu bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Ia menekankan agar seluruh proses berjalan demokratis, tertib, transparan, dan tetap menjunjung semangat kebersamaan sehingga kepemimpinan yang lahir nantinya mampu merangkul seluruh organisasi kepemudaan.

Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, Hery melihat posisi pemuda semakin menentukan. Bukan hanya sebagai pewaris masa depan, tetapi pelaku yang sedang membentuknya hari ini. Karena itu, KNPI diharapkan mampu menjawab tantangan transformasi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi kreatif, hingga menjaga stabilitas sosial dalam masyarakat Mimika yang majemuk.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan KNPI melalui berbagai program kepemudaan sebagai bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas generasi muda daerah.

Rapimpurda dan Musda DPD II KNPI Mimika Tahun 2026 mengangkat tema “Satukan Pemuda dalam Bingkai Mimika Rumah Kita” dan diikuti sekitar 120 peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan (OKP), unsur pemerintah, mitra industri, hingga perwakilan perpustakaan daerah.

Ketua Panitia, Bojan, menyebut seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang. Forum ini, menurutnya, menjalankan amanat organisasi melalui evaluasi program kerja, penyusunan rekomendasi strategis, serta pemilihan Ketua DPD II KNPI Mimika untuk periode berikutnya.

“Seluruh persiapan telah dilakukan dengan baik. Kami berharap forum ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan KNPI maupun kepemudaan di Kabupaten Mimika,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karateker DPD II KNPI Mimika, Adrian Temorubun, menegaskan bahwa masa depan organisasi tidak dibangun oleh satu tangan.

“KNPI tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan seluruh organisasi kepemudaan sangat dibutuhkan agar KNPI benar-benar menjadi wadah pemersatu sekaligus mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah,” ujarnya.

Pesan serupa datang dari perwakilan DPD I KNPI Provinsi Papua Tengah, Simon Petrus Pekei, yang mengajak seluruh peserta menjaga persatuan selama pelaksanaan Musda agar forum ini menghasilkan kepemimpinan yang diterima seluruh organisasi kepemudaan di Mimika.

Di tengah dinamika organisasi dan beragam kepentingan yang kerap hadir dalam ruang musyawarah, Musda KNPI Mimika tahun ini memikul makna yang lebih luas: bukan sekadar memilih ketua, tetapi menguji sejauh mana pemuda mampu menempatkan perbedaan sebagai kekuatan bersama. Di daerah yang terus tumbuh bersama industri, mobilitas, dan keberagaman sosial, persatuan pemuda menjadi modal yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik.

Dan ketika sidang-sidang berakhir, keputusan dibacakan, serta tangan-tangan kembali berjabat, yang sesungguhnya sedang ditentukan bukan hanya siapa memimpin KNPI—melainkan apakah generasi muda Mimika mampu menjaga rumah besarnya tetap utuh, agar masa depan tidak dibangun oleh suara yang saling mengalahkan, tetapi oleh langkah yang saling menguatkan.

Example 300250