Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaKesehatan

Menembus Gelombang Pesisir, Dinkes Mimika Perkuat Benteng Kesehatan dari Kokonao

13
×

Menembus Gelombang Pesisir, Dinkes Mimika Perkuat Benteng Kesehatan dari Kokonao

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Pagi itu, hamparan pesisir Kokonao menyambut langkah para petugas kesehatan yang datang membawa satu pesan penting: negara tidak boleh berhenti hadir, bahkan di wilayah yang dipisahkan laut, cuaca, dan keterbatasan akses.

Di tengah tantangan geografis yang membentang di pesisir Papua Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan kesehatan menjangkau setiap warga. Jumat (26/6/2026), tim monitoring dan evaluasi (monev) yang dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, tiba di Distrik Mimika Barat, Kokonao, guna meninjau langsung kondisi pelayanan kesehatan di lapangan.

Example 300x600

Kunjungan tersebut melibatkan para kepala bidang, staf, dan konsultan sebagai bagian dari roadmap monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan yang menyasar wilayah pesisir dan pedalaman Kabupaten Mimika.

Semula, tim dijadwalkan melakukan kunjungan ke Agimuga dan Manasari. Namun alam memiliki kehendaknya sendiri. Cuaca yang kurang bersahabat memaksa perubahan rute, sehingga Kokonao dan Ipaya menjadi titik tujuan monitoring kali ini.

Di hadapan tenaga kesehatan dan masyarakat setempat, Godfried menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika terus bergerak memperkuat pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh warga, baik yang tinggal di wilayah perkotaan, pedalaman, maupun pesisir.

╔════════════════ ❝ ════════════════╗

“Pemkab Mimika terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain memanfaatkan tenaga kesehatan yang ada, pemerintah juga terus menyediakan fasilitas pendukung, termasuk tempat tinggal bagi tenaga kesehatan,” ungkap Godfried.

╚════════════════ ❝ ════════════════╝

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran tenaga medis, tetapi juga lewat penguatan infrastruktur penunjang. Dinas Kesehatan terus melengkapi puskesmas pembantu (pustu) dengan perangkat komunikasi modern seperti Starlink dan solar cell, sehingga petugas kesehatan di daerah terpencil tetap terhubung dengan puskesmas induk maupun Dinas Kesehatan.

Menurut Godfried, konektivitas menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses komunikasi.

╔════════════════ ❝ ════════════════╗

“Semua puskesmas dan pustu diharapkan terintegrasi dengan jaringan komunikasi sehingga pelayanan kesehatan di wilayah terpencil dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

╚════════════════ ❝ ════════════════╝

Upaya penguatan layanan kesehatan juga diwujudkan melalui pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan. Pada tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika tengah melaksanakan pembangunan puskesmas baru di Arwanop, Kelurahan Perintis, dan Distrik Wania, sekaligus melakukan rehabilitasi sejumlah puskesmas yang telah ada.

Namun di balik berbagai kemajuan tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab, yakni pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, terutama tenaga dokter gigi.

╔════════════════ ❝ ════════════════╗

“Kami sudah membuka lowongan, tetapi memang masih sulit mendapatkan tenaga yang sesuai kebutuhan, khususnya dokter gigi,” jelas Godfried.

╚════════════════ ❝ ════════════════╝

Secara kontekstual, langkah monitoring yang dilakukan Dinas Kesehatan Mimika menunjukkan bahwa tantangan pelayanan kesehatan di Papua tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung atau pengadaan alat kesehatan. Persoalan jarak, cuaca, keterisolasian wilayah, serta ketersediaan tenaga medis masih menjadi faktor penting yang menentukan kualitas layanan. Karena itu, penguatan infrastruktur, konektivitas digital, dan distribusi tenaga kesehatan harus berjalan beriringan agar cita-cita pemerataan layanan kesehatan benar-benar dapat dirasakan hingga ke kampung-kampung pesisir terjauh.

Pada kesempatan itu, Godfried juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan yang telah tersedia, termasuk program-program strategis nasional seperti Medical Check Up (MCU) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi bagian dari prioritas pemerintah.

╔════════════════ ❝ ════════════════╗

“Melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini, kita dapat mengantisipasi berbagai penyakit yang tidak diharapkan. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan pemerintah yang telah tersedia,” pungkasnya.

╚════════════════ ❝ ════════════════╝

Di ujung perjalanan menuju Kokonao, pesan yang dibawa tim kesehatan Mimika sesungguhnya sederhana namun bermakna besar: bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan bangunan dan fasilitas, melainkan tentang memastikan setiap denyut kehidupan di pesisir, pedalaman, dan perkotaan memperoleh hak yang sama untuk hidup sehat. Sebab sejauh apa pun sebuah kampung berdiri dari pusat kota, harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tidak boleh pernah berjarak.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe