MIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Di balik riuh sorak yang kelak menggema di arena pertandingan, ada pekerjaan sunyi yang sedang dikerjakan hari ini. Bukan tentang medali yang berkilau atau podium kemenangan, melainkan tentang angka, nama, dan jejak prestasi yang disusun rapi sebagai fondasi masa depan olahraga Kabupaten Mimika.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika mulai melakukan pendataan cabang olahraga (cabor), atlet, serta capaian prestasi yang dimiliki setiap cabor. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat pembinaan olahraga daerah sekaligus menyiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Mimika yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Ketua Umum KONI Mimika, Antonius Kemong, menegaskan bahwa data bukan sekadar kumpulan angka, melainkan kompas yang akan menentukan arah pembinaan olahraga di masa mendatang.
“Salah satu program penting di KONI adalah data. Tanpa data, KONI tidak dapat mengukur prestasi apa yang dimiliki Kabupaten Mimika dalam bidang olahraga,” ujar Antonius Kemong.
Kesadaran itulah yang mendorong dirinya menugaskan Sekretaris Umum KONI Mimika bersama Bidang Data untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Mimika. Tidak hanya jumlah atlet yang dihimpun, tetapi juga rekam jejak prestasi yang telah ditorehkan selama ini.
Di ruang-ruang kerja yang jauh dari gemerlap lapangan pertandingan, proses itu kini mulai berjalan. Nama demi nama atlet dicatat, prestasi demi prestasi dihimpun, sementara setiap cabang olahraga mulai dipetakan kekuatan dan potensinya.
Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda, mengatakan bahwa pendataan tersebut telah dimulai dan akan mencakup seluruh cabang olahraga yang aktif di Kabupaten Mimika.
“Hari ini kami bersama Bidang Data KONI Mimika sudah mulai melakukan pendataan cabang olahraga. Data yang kami input meliputi data umum cabor yang ada di KONI Mimika serta data prestasi cabang olahraga maupun atlet,” katanya.
Menurut George, pendataan tersebut memiliki nilai strategis yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan olahraga Mimika.
Dalam jangka pendek, data yang terkumpul akan menjadi alat ukur untuk melihat sejauh mana proses pembinaan atlet dan klub olahraga telah berjalan di masing-masing cabang. Dari sana, KONI dapat mengetahui tingkat kesiapan setiap cabor menghadapi Porkab 2026 yang diharapkan mampu menghadirkan perwakilan dari seluruh distrik dan kecamatan di Kabupaten Mimika.
“Kami ingin memastikan berapa cabang olahraga yang sudah melakukan pembinaan dan berapa banyak klub yang telah dibina. Dengan begitu, pelaksanaan Porkab nanti benar-benar dapat menghadirkan perwakilan dari setiap wilayah yang ada di Mimika,” jelasnya.
Lebih jauh, data tersebut akan menjadi peta jalan bagi KONI Mimika dalam mengenali cabang olahraga unggulan daerah serta atlet-atlet potensial yang layak mendapat perhatian dan pembinaan berkelanjutan.
“Kami harus memiliki data dasar tentang cabang olahraga unggulan Kabupaten Mimika dan atlet-atlet berprestasinya. Semua itu harus terdata dengan baik sebagai dasar pengambilan kebijakan dan program pembinaan ke depan,” tambah George.
Langkah pendataan ini hadir pada momentum yang penting. Di tengah semakin ketatnya persaingan olahraga antardaerah, keberhasilan pembinaan tidak lagi hanya ditentukan oleh bakat atlet semata, tetapi juga oleh kekuatan sistem, akurasi data, dan kemampuan organisasi dalam merancang program berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, basis data yang kuat menjadi modal utama untuk membangun prestasi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, setiap atlet yang kelak berdiri di podium kemenangan akan membawa cerita yang lebih panjang dari sekadar pertandingan. Di balik medali yang mereka raih, terdapat kerja-kerja sunyi yang dimulai hari ini—ketika Mimika memilih menata masa depan olahraganya dari data, agar setiap langkah menuju prestasi memiliki arah yang pasti dan pijakan yang kokoh.


















