Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

Menenun Masa Depan dari Fulan Fehan: Belu dan ISI Surakarta Mengikat Janji Kebudayaan

58
×

Menenun Masa Depan dari Fulan Fehan: Belu dan ISI Surakarta Mengikat Janji Kebudayaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID — Ada kerja sama yang lahir sekadar untuk memenuhi administrasi, tetapi ada pula yang ditandatangani dengan kesadaran bahwa masa depan sebuah daerah membutuhkan keberanian untuk bermimpi lebih jauh. Kamis (25/6), di tengah tekad membangun Belu dari akar budaya dan kualitas manusianya, Pemerintah Kabupaten Belu menorehkan langkah yang memadukan visi, seni, dan pembangunan.

Bupati Belu, Wilybrodus Lay, SH, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn.

Example 300x600

Momen itu bukan sekadar seremoni dua tanda tangan di atas lembar dokumen. Ia menjadi penanda bahwa Belu sedang membuka ruang yang lebih luas bagi kebudayaan untuk berbicara, bagi pendidikan untuk bekerja, dan bagi pariwisata untuk tumbuh dengan identitasnya sendiri.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan Festival Fulan Fehan 2026 agar berlangsung lebih megah, lebih tertata, dan memberi pengalaman yang semakin berkesan. Namun cakupannya melampaui panggung festival. Kesepakatan ini juga merentang ke pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam semangat kolaborasi itu, pertemuan antara pemerintah daerah dan institusi seni dipahami sebagai ikhtiar menyatukan kekuatan lokal dengan jejaring akademik. Festival tidak lagi ditempatkan hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi sebagai ruang yang menghidupkan ekonomi, memperkenalkan identitas daerah, dan membangun kapasitas generasi masa depan.

Di tengah persaingan antarwilayah yang semakin bertumpu pada kualitas sumber daya manusia dan kekuatan narasi budaya, langkah Belu menggandeng perguruan tinggi seni menghadirkan pesan yang jelas: pembangunan tidak semata dibangun dari beton dan angka pertumbuhan, tetapi juga dari kemampuan sebuah daerah menjaga jiwanya sambil menyiapkan generasi yang mampu membawa cerita itu ke masa depan.

Karena pada akhirnya, sebuah daerah tidak dikenang hanya dari apa yang dibangun hari ini, melainkan dari warisan gagasan yang terus hidup—dan dari Fulan Fehan, Belu sedang menulis kisah itu dengan bahasa kebudayaan.

Example 300250