TTU |LINTASTIMOR.ID – Pagi di Pasar Maubesi selalu datang dengan denyut kehidupan yang khas. Setiap Kamis ruang ekonomi rakyat itu berubah menjadi lautan aktivitas, ketika penjual dan pembeli dari berbagai penjuru wilayah berkumpul, membawa harapan, hasil ternak, dan kebutuhan rumah tangga dalam satu pertemuan yang menghidupi roda ekonomi masyarakat.
Di antara hiruk-pikuk transaksi yang berlangsung sejak pagi, lapak-lapak penjualan babi menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi. Suara tawar-menawar bercampur dengan percakapan hangat warga yang datang untuk mencari ternak sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.
╔════════════════════════════════════╗
“Harga babi sedang saat ini sekitar Rp1 juta per ekor, sedangkan babi ukuran besar mencapai Rp3,5 juta per ekor.”
— Ima Nitbani
╚════════════════════════════════════╝
Kepada Lintastimor.id, Kamis (11/6/2026), Ima Nitbani menjelaskan bahwa harga babi di Pasar Maubesi masih berada pada kisaran tersebut. Harga ditentukan berdasarkan ukuran dan kondisi ternak yang diperdagangkan oleh para peternak maupun pedagang yang datang ke pasar.
Ramainya aktivitas jual beli di Pasar Maubesi menunjukkan bahwa pasar tradisional masih menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat pedesaan. Selain menjadi tempat transaksi, pasar juga berfungsi sebagai ruang sosial yang mempertemukan warga dari berbagai desa untuk saling bertukar informasi, membangun relasi, dan menjaga ikatan kehidupan komunitas.
Di tengah perubahan zaman dan berkembangnya berbagai bentuk perdagangan modern, Pasar Maubesi tetap berdiri sebagai saksi ketahanan ekonomi rakyat. Setiap transaksi yang terjadi bukan sekadar perpindahan barang dan uang, melainkan cerminan kerja keras para peternak serta denyut kehidupan masyarakat yang terus bergerak dari pekan ke pekan. :::


















