LOCE |LINTASTIMOR.ID – Di antara hamparan kebun yang menguning dan jejak-jejak tradisi yang masih terjaga di kaki perbukitan Reok Barat, sebuah gagasan tentang masa depan perlahan menemukan suaranya. Dari Desa Loce yang tenang namun menyimpan banyak potensi, muncul seorang figur muda yang memilih menjemput perubahan dengan langkah sederhana namun penuh keyakinan.
Namanya Wilibrodus Engeltus Rian, S.Pd.
Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Loce, namanya mulai diperbincangkan warga. Bukan semata karena keberaniannya maju dalam kontestasi demokrasi desa, melainkan karena gagasan yang dibawanya: sebuah visi yang dirangkum dalam slogan “Muda Berkarya, Desa Berdaya.”
Bagi Wilibrodus, desa bukan sekadar wilayah administratif yang dipimpin melalui program-program rutin. Desa adalah ruang hidup yang harus tumbuh bersama masyarakatnya; tempat di mana petani, peternak, pelaku UMKM, perempuan, dan generasi muda berjalan dalam satu arah pembangunan yang saling menguatkan.
╔════════════════════════════════════╗
║ “Desa Loce memiliki banyak potensi
║ yang dapat menjadi kekuatan untuk
║ mendorong kemajuan bersama. Yang
║ dibutuhkan adalah kerja sama,
║ keterbukaan, dan komitmen untuk
║ membangun desa secara bersama-sama.”
║
║ — Wilibrodus Engeltus Rian, S.Pd
╚════════════════════════════════════╝
Visi tersebut diterjemahkannya melalui penguatan sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi denyut utama kehidupan masyarakat. Menurutnya, petani dan peternak perlu memperoleh pendampingan yang berkelanjutan, penguatan kelompok usaha, peningkatan produktivitas, serta akses pasar yang lebih luas agar hasil kerja mereka memiliki nilai tambah yang lebih besar.
Namun pandangannya tidak berhenti pada sektor ekonomi dasar.
Di balik rumah-rumah warga dan bentangan alam Loce, Wilibrodus melihat peluang lain yang selama ini belum digarap secara optimal: wisata budaya berbasis kearifan lokal.
Baginya, pembangunan wisata tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah desa, lembaga adat, Dinas Pariwisata, pelaku UMKM, komunitas pemuda, hingga seluruh pemangku kepentingan agar kekayaan budaya desa dapat menjadi sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat.
Sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan antara lain Natas Gendang, Niang Manga, Wae Petus, dan Watu Empo. Sementara itu, Songke Loce yang telah dikenal luas disebutnya dapat terus diperkuat sebagai produk unggulan UMKM yang menopang ekonomi berbasis budaya.
Lebih jauh, Wilibrodus menekankan pentingnya pembangunan yang partisipatif. Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian dari setiap proses perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan desa.
Ia juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda. Baginya, pemuda bukan sekadar penonton pembangunan, melainkan energi yang harus diberi ruang untuk berinovasi, berkarya, dan mengambil peran dalam menentukan masa depan desa.
Generasi Baru dalam Dinamika Pilkades
Kehadiran Wilibrodus dalam kontestasi Pilkades Loce menghadirkan warna tersendiri. Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa saat ini, munculnya figur muda dinilai sebagian warga membawa perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Secara kontekstual, gagasan yang menempatkan pertanian, peternakan, UMKM, dan wisata budaya sebagai satu kesatuan strategi pembangunan menunjukkan upaya membangun ekonomi desa yang bertumpu pada potensi lokal. Pendekatan semacam ini menjadi semakin relevan ketika banyak desa mulai mencari model pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan identitas budaya dan pemberdayaan masyarakat.
Meski demikian, Wilibrodus mengingatkan bahwa Pilkades tetap harus menjadi ruang demokrasi yang sehat dan bermartabat.
╔════════════════════════════════════╗
║ “Pilkades adalah proses demokrasi.
║ Yang terpenting adalah menjaga
║ persatuan dan tetap bersama
║ membangun desa setelah proses ini.”
║
║ — Wilibrodus Engeltus Rian, S.Pd
╚════════════════════════════════════╝
Di penghujung perjalanan menuju Pilkades, nama Wilibrodus Rian kini menjadi salah satu yang paling sering disebut dalam percakapan warga Loce. Namun pada akhirnya, demokrasi desa bukan hanya tentang siapa yang terpilih memimpin, melainkan tentang bagaimana seluruh masyarakat tetap bergandengan tangan menjaga harapan yang sama.
Sebab sebuah desa akan benar-benar berdaya bukan ketika satu orang berdiri paling depan, melainkan ketika seluruh warganya bergerak bersama menuju masa depan yang mereka impikan.


















