Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwa

17 Sapi dan 12 Kambing Disembelih di Mimika: Dari Pelataran Masjid Miftahul Huda, Semangat Kurban Menyatukan Umat

107
×

17 Sapi dan 12 Kambing Disembelih di Mimika: Dari Pelataran Masjid Miftahul Huda, Semangat Kurban Menyatukan Umat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.COM – Aroma tanah basah bercampur gema takbir memenuhi pelataran Masjid Miftahul Huda, Hasanuddin, Mimika, Rabu (27/5/2026). Di bawah langit Iduladha 1447 Hijriah yang teduh, puluhan panitia bergerak sigap, sementara warga berdatangan dengan wajah penuh syukur menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban yang tahun ini berlangsung lebih besar dan tertata.

Sebanyak 17 ekor sapi dan 12 ekor kambing disembelih dalam kegiatan kurban tersebut. Di antara hewan kurban itu terdapat bantuan dari Bupati Mimika, Johannes Rettob, dan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Example 300x600

Bupati Mimika Johannes Rettob bersama istrinya, Susana Suzy Herawaty Rettob, hadir langsung meninjau jalannya penyembelihan hewan kurban di lokasi kegiatan. Kehadiran orang nomor satu di Mimika itu menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaksanaan ibadah kurban sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat.

Di tengah aktivitas panitia yang sibuk menyiapkan proses pemotongan dan distribusi daging, Johannes Rettob memastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai syariat Islam dan tetap memperhatikan aspek kebersihan lingkungan.

╔════════ ❀•°❀°•❀ ════════╗
“Proses penyembelihan sudah berjalan sesuai syariat Islam dan kami mengapresiasi kesiapan panitia dalam pelaksanaannya,” ujar Bupati Mimika, Johannes Rettob.
╚════════ ❀•°❀°•❀ ════════╝

Sementara itu, Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Masjid Miftahul Huda, Laode Norris, mengatakan panitia telah membentuk sekitar 15 kelompok kerja guna mendukung kelancaran proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat.

Menurutnya, panitia tidak hanya fokus pada pembagian daging, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan hewan dan pengelolaan limbah agar lingkungan tetap bersih dan aman.

╔════════ ❀•°❀°•❀ ════════╗
“Hewan kurban diperlakukan dengan baik sehingga tidak mengalami stres sebelum disembelih. Sistem pembuangan limbah juga sudah dirancang sebaik mungkin agar tidak mencemari lingkungan sekitar,” jelas Laode Norris.
╚════════ ❀•°❀°•❀ ════════╝

Untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat, tiga dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan turut diterjunkan melakukan pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan organ dalam hewan kurban.

Panitia juga telah menyiapkan lebih dari seribu kupon pembagian daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat pada sore hari.

Di sudut halaman masjid, suasana gotong royong begitu terasa. Warga, panitia, tokoh agama, hingga aparat pemerintah bekerja bersama tanpa sekat. Anak-anak berlarian kecil di antara keramaian, sementara para orang tua duduk menanti dengan penuh harap.

Secara kontekstual, pelaksanaan kurban di Masjid Miftahul Huda tahun ini menunjukkan bagaimana ibadah keagamaan juga menjadi ruang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat perkotaan yang terus berkembang. Keterlibatan pemerintah daerah, organisasi keagamaan, tenaga medis hewan, hingga masyarakat umum memperlihatkan bahwa nilai pengorbanan dalam Iduladha tidak hanya berhenti pada ritual, tetapi juga menjelma menjadi kepedulian kolektif terhadap sesama dan lingkungan.

Ketika matahari perlahan condong ke barat dan ribuan paket daging mulai disiapkan untuk dibagikan, yang mengalir dari Masjid Miftahul Huda bukan hanya daging kurban. Lebih dari itu, mengalir pula pesan tentang persaudaraan, ketulusan, dan harapan agar keberkahan Iduladha selalu menemukan jalan pulang ke hati setiap manusia.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe