TIMIKA | LINTASTIMOR.ID – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat pelayanan masyarakat hingga ke tingkat kampung dan kelurahan. Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan ialah penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Posyandu sebagai landasan menghadirkan pelayanan terpadu berbasis siklus hidup sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.
Penyusunan regulasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika bersama Project PASTI Papua yang mendapat dukungan pendanaan dari PT Freeport Indonesia.
Di tengah tantangan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks, Posyandu kini tidak lagi dipandang sekadar tempat penimbangan balita atau pelayanan kesehatan dasar. Pemerintah mulai mendorong transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas, terintegrasi, dan menyentuh seluruh lapisan usia.
Senior Program Manager Project PASTI Papua, Julia Christine Sagara, mengatakan Peraturan Bupati tersebut akan menjadi pijakan penting dalam pelaksanaan pelayanan Posyandu yang terarah dan berkelanjutan.
╔═❀💖❀═╗
“Peraturan Bupati ini nantinya menjadi dasar dalam pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal atau SPM di Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.”
— Julia Christine Sagara
╚═❀💖❀═╝
Julia menjelaskan, setelah Perbup disahkan, pemerintah daerah akan melanjutkan penyusunan petunjuk teknis sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan agar seluruh layanan Posyandu berjalan lebih terpadu dan efektif.
Menurutnya, paradigma Posyandu saat ini telah mengalami perubahan besar. Pelayanan tidak lagi berfokus pada bayi dan balita semata, tetapi menjangkau seluruh kelompok usia mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil, hingga lanjut usia.
╔═❀💖❀═╗
“Posyandu sekarang sudah bertransformasi menjadi Posyandu siklus hidup, sehingga pelayanan yang diberikan lebih luas dan terintegrasi langsung dengan kebutuhan masyarakat.”
— Julia Christine Sagara
╚═❀💖❀═╝
Selain penguatan regulasi, pemerintah daerah juga didorong memberikan perhatian serius terhadap dukungan pendanaan bagi para kader Posyandu di tingkat kampung dan kelurahan. Sebab, kader menjadi ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat.
Melalui pendampingan bersama Wahana Visi Indonesia, penguatan kelembagaan dan kapasitas kader Posyandu di Mimika diharapkan terus meningkat agar pelayanan masyarakat semakin optimal, merata, dan mampu menjawab kebutuhan warga hingga ke tingkat akar rumput.


















