Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanKesehatanNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Dari Stadion Haliwen, Belu Kirim Pesan ke Indonesia: Perbatasan Siap Jadi Tuan Rumah PON 2028

115
×

Dari Stadion Haliwen, Belu Kirim Pesan ke Indonesia: Perbatasan Siap Jadi Tuan Rumah PON 2028

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Senja perlahan turun di langit Kota Atambua ketika ribuan pasang mata memadati Stadion Haliwen, Senin sore.

Genderang ditabuh, bendera dikibarkan, sementara sorak-sorai masyarakat pecah menyambut pembukaan Open Turnamen Sepakbola Bupati Belu Cup 2026. Namun di balik gegap gempita pertandingan itu, Kabupaten Belu sesungguhnya sedang mengirim pesan besar kepada Indonesia: wilayah perbatasan ini siap berdiri di panggung olahraga nasional.

Example 300x600

Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, tampil dengan semangat penuh optimisme. Di hadapan masyarakat, atlet, official tim, serta tamu undangan dari berbagai daerah dan Timor Leste, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen tersebut.

Namun sambutan itu tidak berhenti sebagai seremoni pembukaan semata. Willy Lay justru melontarkan gagasan besar yang langsung menyita perhatian publik: menjadikan Bupati Belu Cup sebagai agenda resmi tahunan hingga membawa Kabupaten Belu menjadi salah satu venue cabang sepak bola pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Sepak bola tidak mengenal batas negara.
Yang dibangun bukan hanya kompetisi,
tetapi persahabatan dan persaudaraan
di wilayah perbatasan. ❞
— Willybrodus Lay, SH
╚══════════════════════════════════╝

Sebagai bentuk keseriusan, Bupati Belu meminta panitia bersama seluruh pimpinan perangkat daerah segera menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) agar Bupati Belu Cup memiliki dasar hukum tetap dan terus digelar setiap tahun, meski terjadi pergantian kepemimpinan daerah.

Ia bahkan telah menyiapkan kalender besar pembinaan olahraga di Belu. Jika Bupati Belu Cup dipastikan berlangsung rutin setiap bulan Mei, maka Liga Pelajar Indonesia akan digelar setiap September atau Oktober untuk menjaring bibit-bibit muda potensial dari seluruh wilayah Kabupaten Belu.

Menurut Willy Lay, sepak bola merupakan olahraga paling merakyat yang mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang maupun batas geografis. Karena itu, marwah turnamen harus dijaga sebagai simbol persaudaraan masyarakat perbatasan RI-RDTL.

Momen paling menyita perhatian terjadi ketika Bupati Belu secara resmi menyampaikan permohonan kepada Ketua Asprov PSSI NTT agar Kabupaten Belu dipercaya menjadi salah satu venue pertandingan sepak bola pada PON 2028 mendatang.

Permintaan itu disampaikan dengan penuh keyakinan. Bahkan, Willy Lay menjanjikan pembukaan spektakuler jika Belu mendapat kepercayaan tersebut.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Jika Belu dipercaya menjadi venue
PON 2028, kami siap menampilkan
1.000 penari untuk memeriahkan
acara pembukaannya. ❞
Willybrodus Lay, S.H
╚══════════════════════════════════╝

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan meriah masyarakat yang memadati stadion.

Tidak hanya sepak bola, Kabupaten Belu juga dinilai berpotensi menjadi tuan rumah cabang olahraga Rugby. Ketua Federasi Rugby Provinsi NTT, Bonifasius Jebarus, menyebut peluang itu terbuka lebar apabila seluruh elemen mampu menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Kalau daerah ini aman dan sportif, maka Belu sangat layak dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga nasional,” ujarnya.

Nuansa persaudaraan lintas batas begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran tim dari Timor Leste, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, hingga Kabupaten Malaka menjadi bukti bahwa Bupati Belu Cup bukan sekadar turnamen olahraga, melainkan ruang mempererat hubungan masyarakat kawasan perbatasan.

Bupati Belu pun memberikan apresiasi khusus kepada pihak Imigrasi, Bea Cukai, PLBN, serta jajaran TNI sektor perbatasan yang telah membantu kelancaran dan keamanan peserta dari negara tetangga.

Di Belu, sepak bola telah menjelma menjadi bahasa persaudaraan. Dari lapangan hijau Stadion Haliwen, semangat kebersamaan itu tumbuh melampaui garis batas negara.

Menjelang akhir sambutannya, Willy Lay kembali membakar antusiasme masyarakat dengan mengumumkan jadwal laga final Bupati Belu Cup 2026 yang akan digelar pada 20 Juni mendatang. Tak lama setelah itu, tepat pada 27 Juni, Kabupaten Belu kembali akan menggelar Festival Fulan Fehan, agenda budaya kebanggaan masyarakat perbatasan.

Ia pun mengundang seluruh peserta dan tamu dari berbagai daerah, termasuk Timor Leste, untuk hadir menikmati keindahan budaya Belu yang telah dikenal hingga mancanegara.

╔══════════════════════════════════╗
❝ Selamat bertanding,
jaga terus persahabatan yang telah terjalin,
dan kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa
senantiasa melindungi kita semua. ❞
Willybrodus Lay, S.H
╚══════════════════════════════════╝

Di bawah cahaya lampu Stadion Haliwen malam itu, pertandingan mungkin baru saja dimulai. Namun bagi masyarakat Belu, sebuah mimpi besar sesungguhnya sedang diperjuangkan: membawa nama perbatasan berdiri sejajar di panggung olahraga nasional Indonesia.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe