Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaTeknologi

93 Mahasiswa KKN Disambut di Noelbaki: Wabup Kupang Gaungkan Gerakan Kesehatan dari Tengah Desa

54
×

93 Mahasiswa KKN Disambut di Noelbaki: Wabup Kupang Gaungkan Gerakan Kesehatan dari Tengah Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUPANG |LINTASTIMOR.ID— Aula Kantor Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/5/2026), dipenuhi wajah-wajah muda yang datang membawa semangat pengabdian.

Mereka bukan sekadar mahasiswa yang menjalankan kewajiban akademik, tetapi calon tenaga kesehatan yang sedang belajar menyentuh denyut kehidupan masyarakat secara langsung.

Example 300x600

Sebanyak 93 mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Kupang resmi diterima oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, dalam pembukaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026.

Selama 40 hari, sejak 7 Mei hingga 4 Juni 2026, para mahasiswa akan hidup berdampingan dengan masyarakat Noelbaki—membawa ilmu, mendengar keluhan, dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Aurum Titu Eki menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda kampus, melainkan langkah strategis yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis keluarga.

╔═══════════════════════════════🌸
“Kegiatan ini bukan sekadar proses pembelajaran, tapi dukungan nyata terhadap program kesehatan. Pendekatan keluarga adalah kunci.”
🌸═══════════════════════════════╝

Menurutnya, pengkajian kesehatan, edukasi masyarakat, hingga pendampingan langsung di lingkungan keluarga menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Wabup Kupang juga menyoroti pentingnya penguatan layanan primer melalui Puskesmas, serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan dan masyarakat sebagai fondasi pembangunan kesehatan daerah.

Di hadapan para mahasiswa, Aurum tidak hanya berbicara tentang tugas lapangan, tetapi juga tentang kehidupan. Ia menyebut KKN sebagai ruang transisi dari dunia akademik menuju realitas sosial yang sesungguhnya.

╔═══════════════════════════════🌸
“KKN adalah langkah pertama menginjakkan kaki di dunia nyata. Manfaatkan waktu ini untuk memahami pola kehidupan masyarakat dan transfer ilmu yang bermanfaat.”
🌸═══════════════════════════════╝

Pesan itu disampaikan dengan nada reflektif—seolah mengingatkan bahwa ilmu kesehatan bukan hanya soal teori di ruang kuliah, tetapi juga tentang empati, ketulusan, dan keberanian hadir di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Kupang, Florentianus Tat, memastikan seluruh mahasiswa telah siap menjalankan pengabdian di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Imelda Sudarmaji, Camat Kupang Tengah Yuni Padja, serta Kepala Desa Noelbaki Oktovianus Logo Buke.

Dengan semangat gotong royong yang dibangun bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kehadiran para mahasiswa ini diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif demi mewujudkan Desa Noelbaki yang lebih sehat dan sejahtera.

Analisis Kontekstual
Program KKN kesehatan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil masyarakat. Di tengah tantangan layanan kesehatan dasar, keterlibatan mahasiswa keperawatan dapat membantu memperkuat edukasi kesehatan berbasis keluarga dan meningkatkan kesadaran preventif di tingkat desa. Selain memberi manfaat bagi masyarakat, program ini juga membentuk kesiapan mental dan sosial mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja profesional di bidang kesehatan.

Di Noelbaki, pengabdian itu kini dimulai dari langkah-langkah kecil—mengetuk pintu rumah warga, mendengar cerita, dan membagikan pengetahuan dengan hati.

Dan mungkin, dari desa sederhana itu, lahir tenaga-tenaga kesehatan yang kelak tak hanya pandai mengobati, tetapi juga memahami arti kemanusiaan.

Example 300250