BIMA |LINTASTIMOR.ID — Di sebuah forum yang sarat dinamika dan dialektika, keputusan akhirnya lahir. Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XIX HMI Cabang Bima tidak sekadar memilih pemimpin, tetapi meneguhkan arah—ke mana gerakan ini akan melangkah. Dari ruang itu, satu nama kini mengemban amanah: Juraidin, sebagai Formateur sekaligus Ketua Umum HMI Cabang Bima periode 2026–2027.
Dalam suasana yang masih menyisakan getaran proses demokrasi, Juraidin menyampaikan pesan pertamanya. Bukan dengan euforia kemenangan, melainkan dengan kesadaran akan tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.
╔═══════════════════════════════🌸
“Ini bukan tentang jabatan. Ini tentang pengabdian. Ini bukan tentang kursi, tapi tentang kerja dan tanggung jawab di hadapan Allah, umat, dan bangsa.”
🌸═══════════════════════════════╝
Ucapan itu mengalir sebagai penegasan—bahwa kepemimpinan di tubuh HMI bukanlah ruang untuk berkuasa, tetapi medan untuk mengabdi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah menjaga jalannya konferensi dengan kedewasaan dan semangat kekeluargaan. Perbedaan pilihan, menurutnya, adalah bagian dari proses yang tak terelakkan dalam demokrasi.
╔═══════════════════════════════🌸
“Perbedaan pilihan kemarin adalah keniscayaan dalam demokrasi. Hari ini kita kembali satu barisan: barisan insan cita.”
🌸═══════════════════════════════╝
Kini, setelah perbedaan itu dilalui, ia mengajak seluruh kader untuk kembali merapatkan barisan—menyatukan langkah dalam satu tujuan bersama.
Ke depan, Juraidin membawa visi untuk menjadikan HMI Cabang Bima sebagai ruang perkaderan yang progresif, solutif, dan membumi. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi intelektual, memperkuat gerakan advokasi, serta memastikan kehadiran organisasi dalam menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan di tingkat lokal.
╔═══════════════════════════════🌸
“Kita rawat tradisi intelektual, perkuat gerakan advokasi, dan pastikan HMI hadir menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan di daerah kita.”
🌸═══════════════════════════════╝
Namun ia menyadari, jalan itu tidak bisa ditempuh sendiri. Amanah yang diembannya adalah milik bersama—yang hanya bisa dijalankan melalui kebersamaan dan solidaritas kader.
╔═══════════════════════════════🌸
“Saya tidak bisa berjalan sendiri. Amanah ini milik kita bersama. Mari rapatkan shaf, satukan langkah. Yakin Usaha Sampai.”
🌸═══════════════════════════════╝
Analisis Kontekstual
Terpilihnya Juraidin sebagai Ketua Umum HMI Cabang Bima mencerminkan dinamika regenerasi kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa yang tetap mengedepankan nilai demokrasi internal. Penekanan pada persatuan pasca-konferensi menjadi krusial, mengingat fragmentasi pasca kontestasi sering menjadi tantangan utama dalam organisasi kader. Jika visi yang diusung mampu diterjemahkan dalam program nyata, maka HMI Cabang Bima berpotensi memperkuat perannya sebagai motor intelektual dan sosial di daerah.
Di akhir pernyataannya, tak ada kata yang berlebihan. Hanya keyakinan yang diucapkan dengan sederhana—bahwa setiap langkah adalah ikhtiar, dan setiap ikhtiar adalah jalan menuju tujuan.
Dan dari Bima, sebuah perjalanan baru dimulai—diiringi satu tekad yang tak pernah usang: Yakin Usaha Sampai.


















