ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Pagi itu, lapangan Mapolres Belu tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya upacara rutin. Selasa (28/4/2026), ruang terbuka itu menjelma menjadi panggung penghormatan—ketika dedikasi, kerja senyap, dan keberanian aparat di wilayah tapal batas mendapat pengakuan yang layak.
Sebanyak empat personel Satuan Intelkam Polres Belu menerima penghargaan langsung dari Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa. Penghargaan itu bukan tanpa alasan. Di baliknya, tersimpan operasi senyap yang berhasil menggagalkan peredaran 11 juta batang rokok ilegal—angka yang tak hanya besar, tetapi juga menyangkut kerugian negara hingga Rp23,1 miliar.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian langsung dari Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko. Keempat personel dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi institusi Polri, khususnya dalam penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai.
╔══════════════════════════════════╗
║ “Kami tidak sekadar memberi penghargaan, tetapi mengakui sebuah dedikasi—kerja nyata yang menjaga batas negara dan melindungi hak keuangan negara dari praktik ilegal.” ║
╚══════════════════════════════════╝
Operasi yang melibatkan sinergi lintas instansi itu berhasil mengamankan rokok jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) merek Marlboro dengan pita cukai palsu, yang diselundupkan oleh warga negara asing asal Republik Rakyat Tiongkok. Aksi ini terjadi di wilayah Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara—kawasan yang selama ini dikenal sebagai jalur rawan penyelundupan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konkret bahwa negara hadir di garis terdepan. Di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste, aparat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan tidak ada celah bagi praktik ilegal yang merugikan masyarakat dan negara.
╔══════════════════════════════════╗
║ “Ini adalah pesan tegas—bahwa tidak ada ruang bagi peredaran barang kena cukai ilegal. Upaya ini bukan sesaat, tetapi kerja berkelanjutan yang akan terus kami jaga.” ║
╚══════════════════════════════════╝
Kapolres Belu juga menekankan bahwa pemberian penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun semangat dan jiwa Bhayangkara di tengah kompleksitas tugas kepolisian saat ini. Ia berharap capaian tersebut menjadi pemantik bagi personel lain untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.
Upacara yang berlangsung khidmat itu juga dirangkaikan dengan kenaikan pangkat pengabdian, dihadiri para pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, Bhayangkari, serta anggota Polri dan ASN.
Adapun empat personel yang menerima penghargaan yakni AIPTU Lucky Kristanto, AIPDA Denny Y. AY, BRIPKA Hermanus D. Reza Kelen, dan BRIPTU Erick Lay Djami—nama-nama yang mungkin jarang terdengar, namun kerja mereka bergema hingga ke batas negara.
Di tengah sunyi tugas intelijen, keberhasilan ini menjadi pengingat: bahwa menjaga negeri tidak selalu tampak di permukaan, tetapi selalu terasa dampaknya.


















