Di tengah sunyi pegunungan Sinak yang menyimpan jejak panjang konflik, sebuah pagi menghadirkan harapan baru. Bukan dentuman senjata, melainkan ikrar setia yang menggema lirih namun tegas—tiga anak bangsa memilih pulang, meninggalkan bayang-bayang masa lalu, dan menatap masa depan di pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
SINAK [LINTASTIMOR.ID]– Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya di bawah Komando Operasi TNI Papua, Satgas Habema, kembali berhasil mengikrarkan tiga orang eks anggota Kelompok TPNPB-OPM Kodap XXVIII/Sinak untuk kembali ke pangkuan NKRI, Sabtu (28/3/2026).
Ketiga eks anggota tersebut merupakan bagian dari kelompok Kalenak Murib, yang sebelumnya pernah terlibat dalam aksi gangguan tembakan saat pelaksanaan pembagian BLT di Kantor Distrik Sinak pada tahun 2025. Kini, langkah mereka berbalik arah—menuju damai, menuju Indonesia.
Prosesi ikrar dilaksanakan di SD Inpres 1 Sinak, sebuah ruang sederhana yang hari itu menjadi saksi perubahan besar. Di tempat anak-anak belajar membaca dan menulis, tiga pemuda itu menuliskan ulang jalan hidup mereka—dengan kesetiaan baru.
Dalam pernyataan ikrarnya, ketiganya dengan tegas menyatakan akan selalu setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta berkomitmen untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan, berkebun, dan turut mendukung pembangunan di wilayah Papua, khususnya Distrik Sinak.
Wadan Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya, Mayor Inf Darwis M. T. Siburian, menyampaikan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan baru yang harus dijaga bersama.
╔══════════════════════════════════════════════╗
║ ║
║ “Kepada adik-adik kita yang pada hari ini ║
║ telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, ║
║ kami menyampaikan apresiasi dan ║
║ penghargaan setinggi-tingginya.” ║
║ ║
║ — Mayor Inf Darwis M. T. Siburian ║
║ Wadan Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya ║
║ ║
╚══════════════════════════════════════════════╝
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh kelompok separatis serta mendorong generasi muda untuk menempuh jalan kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan dan kerja keras.
╔══════════════════════════════════════════════╗
║ ║
║ “Kami juga menghimbau kepada seluruh ║
║ masyarakat agar tidak terpengaruh atau ║
║ mengikuti kelompok TPNPB-OPM, serta ║
║ selalu rajin bersekolah dan membantu ║
║ orang tua dalam berkebun.” ║
║ ║
║ — Mayor Inf Darwis M. T. Siburian ║
║ ║
╚══════════════════════════════════════════════╝
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Distrik Sinak yang diwakili oleh Nopinus Kagoya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI dan seluruh aparat keamanan yang telah membimbing serta membina ketiga pemuda tersebut hingga kembali ke jalan damai.
╔══════════════════════════════════════════════╗
║ ║
║ “Kami berterima kasih kepada TNI dan ║
║ aparat keamanan yang telah membimbing ║
║ adik-adik kami hingga kembali ke NKRI.” ║
║ ║
║ “Kami berharap mereka terus dibimbing, ║
║ diberikan kesempatan untuk bersekolah, ║
║ serta membantu orang tua mereka dalam ║
║ berkebun.” ║
║ ║
║ — Nopinus Kagoya ║
║ Tokoh Masyarakat Distrik Sinak ║
║ ║
╚══════════════════════════════════════════════╝
Analisis Kontekstual:
Fenomena kembalinya eks anggota kelompok bersenjata ke pangkuan NKRI menunjukkan bahwa pendekatan humanis, persuasif, dan berkelanjutan mulai membuka ruang rekonsiliasi di Papua. Di tengah kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, dan sejarah, kehadiran negara melalui pendekatan dialog dan pembinaan menjadi kunci penting dalam meredam konflik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat akar rumput.
Di Sinak, di antara kabut pegunungan dan sunyi yang panjang, tiga langkah kecil hari itu mungkin tak terdengar jauh—namun gema harapannya menjalar luas. Sebab ketika seseorang memilih pulang, sesungguhnya yang kembali bukan hanya dirinya, melainkan juga secercah masa depan yang sempat hilang.


















